Lavrov: Target Rusia di Ukraina tidak Terbatas di Donbass
https://parstoday.ir/id/news/world-i125688-lavrov_target_rusia_di_ukraina_tidak_terbatas_di_donbass
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov seraya memperingatkan berlanjutnya penerimaan senjata jarak jauh oleh Ukraina mengatakan, target Moskow di Kiev tidak lagi terbatas di Donbass, dan tujuan ini akan lebih luas.
(last modified 2025-11-29T14:43:04+00:00 )
Jul 21, 2022 11:01 Asia/Jakarta
  • Menlu Rusia Sergei Lavrov
    Menlu Rusia Sergei Lavrov

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov seraya memperingatkan berlanjutnya penerimaan senjata jarak jauh oleh Ukraina mengatakan, target Moskow di Kiev tidak lagi terbatas di Donbass, dan tujuan ini akan lebih luas.

Pejabat Rusia berulang kali memperingatkan Barat bahwa pengiriman sistem rudal jarak jauh ke Ukraina akan mendorong militer Rusia menyerang target yang sebelumnya tidak direncanakan.

Menurut laporan FNA, Sergei Lavrov Rabu (20/7/2022) mengatakan, tujuan geografi operasi militer khusus Moskow di Ukraina tidak lagi terbatas di Donbass, timur negara ini, dan akan mencakup wilayah lain.

Menlu Rusia menambahkan, jika Barat masih tetap melanjutkan pengiriman senjata jarak jauh kepada Ukraina, maka target ini akan terus diperluas.

Seraya menjelaskan bahwa Ukraina dapat duduk di meja perundingan ketika Barat menghentikan investasinya di perang, Lavrov mengungkapkan, negara-negara Barat menghalangi pengambilan langkah konstruktif oleh Ukraina, dan tidak memberi peluang kepada Kiev untuk berunding dengan Moskow.

Menlu Rusia juga menyinggung bahwa Barat berusaha menyeret sekjen PBB ke permainan "gandum Ukraina". "Moskow mengirim pesan kepada sekjen PBB dan menekankan urgensi menambah butir terkait gandum milik Rusia di kesepakatan Istanbul," tambah Lavrov.

Pejabat Rusia ini mengatakan, memutus hubungan dengan Rusia tidak menguntungkan Eropa, dan beralih ke gas alam cair, yang coba "dibentuk" oleh Amerika.

Menlu Rusia memperingatkan, Inggris dan Amerika berusaha mengobarkan perang sejati antara Rusia dan negara-negara anggota Uni Eropa, sementara Uni Eropa saat ini menderita akibat sanksi yang mereka jatuhkan kepada Moskow, tapi para pemimpin mereka "yang berpikiran pendek" tetap mendorong Eropa untuk terus terlibat konfrontasi dengan Rusia. (MF)