Rusia Raup 158 Miliar Dolar dari Ekspor Energi
Rusia meraup 158 miliar dolar dari ekspor energi sejak dimulainya perang di Ukraina.
AFP mengutip laporan lembaga think tank "Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih" hari Selasa (5/9/2022) melaporkan, "Pendapatan Rusia sebesar 158 miliar dolar dari ekspor energi yang didapatkan sejak dimulainya perang Ukraina pada akhir Februari, dan lebih dari setengahnya berasal dari penjualan energi ke negara-negara anggota Uni Eropa,".
Lembaga riset yang berbasis di Finlandia ini mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar fosil menjadikan pendapatan Moskow saat ini akan melebihi jumlah tahun-tahun sebelumnya, meskipun produksi yang diekspor berkurang.
Tindakan Rusia untuk mengurangi pasokan gas menyebabkan harga gas alam telah memecahkan rekor di Eropa dalam beberapa bulan terakhir.
Harga minyak mentah juga melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina, meskipun kemudian terjadi penurunan.
Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih memperkirakan sejak dimulainya perang Ukraina, uni Eropa telah menjadi pengekspor bahan bakar fosil terbesar Rusia, sebesar 85,1 miliar euro.
Setelah Uni Eropa, Cina mengimpor gas dan minyak sebesar 34,9 miliar euro, dan Turki 10,7 miliar euro dari Rusia.
Ketika Uni Eropa berhenti membeli batu bara Rusia, organisasi negara-negara Eropa ini hanya melarang impor minyak Rusia, tetapi belum memberlakukan pembatasan apa pun pada impor gas alam negara itu, karena sangat bergantung terhadap gas Rusia.(PH)