Eropa Ingin Rusia Perpanjang Perjanjian Biji-Bijian
Para pejabat negara-negara Eropa berupaya membujuk Moskow supaya memperpanjang perjanjian biji-bijian, setelah Rusia mengumumkan tidak akan memperpanjang perjanjian tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya telah mengumumkan bahwa tujuan kemanusiaan dari perjanjian ekspor biji-bijian Laut Hitam belum tercapai, dan Ukraina menggunakan pelabuhan di bawah kendali negara ini dan penyeberangan ekspor biji-bijian untuk melancarkan serangan teroris.
Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin hari Senin mengumumkan bahwa Rusia akan menangguhkan implementasi Perjanjian Koridor Gandum selama pemerintah Barat tidak menghapus pembatasan ekspor produk pertanian dan pupuknya.
Christiane Hoffmann, Wakil Juru Bicara Pemerintah Jerman hari Senin (17/7/2023) mengatakan,"Kami ingin Kremlin memperpanjang perjanjian biji-bijian, setelah Rusia mengumumkan tidak akan memperpanjang perjanjian tersebut,".
Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra juga menilai perperpanjangan perjanjian biji-bijian penting untuk mencegah kenaikan harga pangan dan ketidakstabilan di pasar global.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Prancis telah meminta Rusia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya menangguhkan perjanjian biji-bijian tersebut.
Ngozi Okonjo-Iweala, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menegaskan, "Kita tidak boleh putus asa untuk menghidupkan kembali perjanjian ini,".
Perjanjian Prakarsa Laut Hitam, yang dikenal sebagai Perjanjian Biji-Bijian ditandatangani oleh Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina di Istanbul pada Juli 2022. Tujuan dari perjanjian ini adalah untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina, yang dihentikan karena perang antara negara ini dan Rusia.(PH)