Medan Perang Ukraina Jadi Kuburan Peralatan Tempur NATO
Sejak awal serangan balik Ukraina untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pasukan Rusia, medan perang negara ini telah berubah menjadi kuburan peralatan tempur NATO.
Meskipun Kyiv telah lama mengumumkan serangan balik untuk merebut kembali daerah yang diduduki pasukan Rusia, tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa peralatan dan perlengkapan militer yang dipasok negara-negara Barat ke Ukraina sebagian menjadi sasaran empuk pasukan Rusia.
Otoritas Ukraina telah menyatakan kurangnya peralatan sebagai alasan kegagalan mereka, tetapi benteng pertahanan Rusia, yang telah lama mempersiapkan pertempuran, juga menjadi alasan lain kegagalan tentara Ukraina.
Sementara itu, peralatan negara-negara Barat telah menjadi target tentara Rusia, dan medan perang telah berubah menjadi kuburan peralatan lapis baja NATO.
Ketika Uni Eropa mengabaikan permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengundangnya dalam pertemuan Uni Eropa dengan kehadiran para kepala negara Amerika Latin.
NATO baru-baru ini menolak permintaan Kyiv untuk memberikan kerangka waktu tertentu bagi keanggotaan Ukraina dalam aliansi militer ini.(PH)