Jerman Akui Kirim Peralatan Militer Usang ke Ukraina
Menteri Luar Negeri Jerman mengumumkan pengiriman peralatan militer dan senjata usang dan tidak efektif ke Ukraina
Delapan belas bulan telah berlalu sejak dimulainya perang antara Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan puluhan ribu orang terbunuh dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi. Namun Kyiv dan para pendukungnya di Barat masih menentang usulan perdamaian yang diajukan oleh negara-negara lain.
Menurut kantor berita Sputnik, Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock dalam sebuah wawancara hari Senin (25/9/2023) mengakui bahwa Jerman telah memberikan senjata dan peralatan militer usang ke Ukraina dalam beberapa tahap.
"Kami tahu sejak awal bahwa beberapa dari senjata ini tidak efektif sama sekali, yang menjadikan tidak berfungsi di medan tempur," ujar Menlu Jerman.
"Beberapa peralatan yang dikirim dari Berlin ke Kyiv juga tidak efektif karena amunisi yang dikirimkan tidak memadai," ujar Baerbock.
Pada akhir Agustus 2023, Friedrich Mertes, pemimpin Partai Demokrat Kristen Jerman yang konservatif, telah berjanji untuk mendukung pengiriman rudal Taurus ke Ukraina.
Bersama dengan Kanselir Jerman, Olaf Schultz, dia mengumumkan tidak akan segera menyetujui pengiriman rudal jelajah untuk menghindari NATO terlibat konflik langsung dengan Rusia.
Pada April 2022, Rusia mengirimkan surat diplomatik kepada seluruh negara anggota NATO terkait pengiriman senjata ke Ukraina.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa setiap pengiriman berisi senjata ke Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia.(PH)