Parlemen Inggris Setujui Gencatan Senjata, Tapi Biarkan Israel Serang Gaza​
https://parstoday.ir/id/news/world-i162818-parlemen_inggris_setujui_gencatan_senjata_tapi_biarkan_israel_serang_gaza
Setelah berdiskusi selama berjam-jam, para anggota parlemen Inggris memberikan suara mendukung rencana dua sisi partai oposisi (Buruh) mengenai pembentukan gencatan senjata di Gaza. ​
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 22, 2024 12:08 Asia/Jakarta
  • Parlemen Inggris Setujui Gencatan Senjata, Tapi Biarkan Israel Serang Gaza​

Setelah berdiskusi selama berjam-jam, para anggota parlemen Inggris memberikan suara mendukung rencana dua sisi partai oposisi (Buruh) mengenai pembentukan gencatan senjata di Gaza. ​

Usulan partai Buruh ini disetujui secara lisan dalam pemungutan suara parlemen tanpa ada perbedaan pendapat.

Berdasarkan usulan ini, meskipun mendukung pembentukan gencatan senjata di Gaza, tapi Inggris membiarkan rezim Zionis membuka tangan untuk melanjutkan perang dengan Palestina.

Prakarsa tersbeut mengklaim, jika perlawanan Hamas terus berlanjut, maka Israel tidak dapat diharapkan untuk menghentikan perang di Gaza.

Anggota Dewan Rakyat Inggris seharusnya memberikan suara malam ini mengenai mosi yang diusulkan oleh Partai Nasional Skotlandia, yang menuduh rezim Israel melakukan hukuman kolektif terhadap warga Palestina. Namun amandemen Partai Buruh menyebabkan para anggota Parlemen Inggris menyerukan untuk gencatan senjata di Gaza dengan redaksi yang berbeda.

Perubahan jadwal pemungutan suara terjadi setelah Ketua Dewan Rakyat Inggris, Lindsay Hoyle, memutuskan dalam sebuah langkah kontroversial untuk memberikan suara pada usulan Partai Buruh di DPR AS.​

Stephen Flynn, perwakilan Partai Nasional Skotlandia setelah pemungutan suara mengatakan bahwa rencana partai tersebut dihancurkan oleh keputusan Ketua.

"Hampir 30.000 orang telah kehilangan nyawa mereka di Gaza, dan 1.400.000 orang di Rafah berada di bawah serangan Israel. Seharusnya ada pemungutan suara mengenai status mereka malam ini, tetapi hal itu tidak terjadi karena keputusan Lindsay Hoyle," ujar Flynn.

Hossam Zomlot, Duta Besar Otoritas Palestina untuk Inggris menyebut keputusan Parlemen Inggris mengenai rencana Partai Buruh itu memalukan dengan mengatakan, "Hari ini adalah hari yang buruk bagi Inggris dan kemanusiaan."

Sebelumnya, Inggris sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB bersikap abstain dari rancangan resolusi gencatan senjata di Gaza yang diajukan Aljazair.

Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Selasa (20/2/2024) Amerika Serikat memveto rancangan resolusi usulan Aljazair, yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza

Pada saat yang sama ketika anggota parlemen Inggris melakukan pemungutan suara, ribuan pendukung Palestina berkumpul di depan gedung parlemen dan meneriakkan slogan-slogan yang menuntut dukungan terhadap rencana gencatan senjata di Gaza.

Orang-orang yang hadir dalam protes ini memperingatkan bahwa mereka tidak akan memilih anggota parlemen yang menentang gencatan senjata dalam pemilu nasional mendatang yang dijadwalkan akan diadakan pada bulan November.(PH)