Trump Akui Perang 12 Hari dengan Iran, Perang yang Berat
https://parstoday.ir/id/news/world-i174298-trump_akui_perang_12_hari_dengan_iran_perang_yang_berat
Pars Today - Presiden AS Mengakui Perang 12 Hari dengan Iran Adalah "Perang yang Sulit".
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Jun 30, 2025 21:47 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden AS Mengakui Perang 12 Hari dengan Iran Adalah "Perang yang Sulit".

Menurut Pars Today, Presiden AS Donald Trump mengakui dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Minggu bahwa perang 12 hari dengan Iran adalah "perang yang sulit".

 

Mengacu pada serangan Iran dan rezim Zionis terhadap satu sama lain, Presiden AS menambahkan bahwa "sejujurnya, Israel juga telah menderita kerusakan serius."

 

Menurut Al Jazeera, sementara Tehran telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak mengejar senjata nuklir, Presiden AS sekali lagi mengklaim bahwa Iran ingin memperoleh senjata nuklir dan hanya beberapa minggu lagi dari itu.

 

Mengacu pada invasi negara itu ke Iran, Presiden AS juga mengklaim bahwa "tiga situs nuklir Iran telah dihancurkan" dan bahwa Israel juga merusak fasilitas-fasilitas ini. Sementara itu, berbagai pakar Iran dan asing telah menekankan bahwa fasilitas Fordow, meskipun rusak, belum dihancurkan.

 

Menanggapi pengungkapan informasi tentang serangan AS terhadap Iran (yang menunjukkan bahwa serangan itu tidak sesukses yang diklaim Presiden AS), Trump mengatakan: "Mereka yang mengungkapkan informasi intelijen tentang serangan AS terhadap Iran harus dituntut."

 

Pada Jumat pagi, 13 Juni, rezim Zionis, dengan jelas melanggar hukum internasional dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran, menargetkan wilayah di Tehran dan beberapa kota lain, termasuk fasilitas nuklir Iran, dengan serangan militer. Sejumlah ilmuwan, personel militer, dan warga sipil  gugur dalam serangan ini. Setelah agresi ini, AS juga bergabung dengan perang rezim Zionis melawan Iran pada Minggu pagi (22 Juni) dengan langsung menyerang situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan. (MF)