Mampukah Perubahan Strategi ECOWAS Pulihkan Stabilitas di Afrika Barat?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182370-mampukah_perubahan_strategi_ecowas_pulihkan_stabilitas_di_afrika_barat
Pars Today – Para kepala negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam pertemuan puncak di Abuja, ibu kota Nigeria, mengecam gelombang kudeta militer di kawasan Afrika Barat dan menyepakati pembentukan sebuah front bersama yang aktif untuk mengakhiri kudeta dan ketidakamanan
(last modified 2025-12-16T12:15:30+00:00 )
Des 16, 2025 19:06 Asia/Jakarta
  • Mampukah Perubahan Strategi ECOWAS Pulihkan Stabilitas di Afrika Barat?

Pars Today – Para kepala negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam pertemuan puncak di Abuja, ibu kota Nigeria, mengecam gelombang kudeta militer di kawasan Afrika Barat dan menyepakati pembentukan sebuah front bersama yang aktif untuk mengakhiri kudeta dan ketidakamanan

Menurut laporan Pars Today, para pemimpin ECOWAS dalam pertemuan tersebut sepakat untuk beralih dari langkah-langkah reaktif seperti penerapan sanksi, menuju tindakan proaktif berupa operasi militer pencegahan dan intervensi diplomatik. Mereka juga menyatakan keprihatinan atas meningkatnya terorisme dan ketidakamanan di kawasan, serta berkomitmen untuk secara kolektif menghadapi ancaman tersebut.

 

Meskipun benua Afrika selama beberapa dekade telah bergulat dengan berbagai masalah politik dan ekonomi, termasuk kudeta militer, pemerintahan diktator, kekurangan pangan, dan kehadiran kelompok teroris, namun masalah-masalah ini semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

 

Dalam konteks ini, kelemahan lembaga pemerintahan, masalah ekonomi, ancaman terorisme, pengaruh destabilisasi dari luar, serta karakteristik geografis kawasan, semuanya telah menciptakan kondisi yang mendukung meningkatnya krisis dan ketidakstabilan di negara-negara Afrika Barat. Akibatnya, negara-negara di kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir mengalami gelombang kudeta militer yang sangat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi regional.

 

Salah satu penyebab utama kudeta militer di Afrika Barat adalah lemahnya pemerintahan demokratis dan institusi negara. Banyak negara di kawasan ini menghadapi masalah ekonomi, korupsi yang meluas, serta ketidakmampuan dalam menyediakan layanan publik yang memadai. Lembaga-lembaga negara di berbagai negara, termasuk Guinea-Bissau, Mali, dan Niger, gagal memenuhi harapan rakyat serta mengelola krisis ekonomi dan sosial. Kondisi ini memicu ketidakpuasan luas di kalangan masyarakat, bahkan di sebagian sektor militer, yang kemudian mendorong terjadinya kudeta berulang.

 

Di sisi lain, jejak intervensi asing terlihat jelas di banyak negara kawasan ini. Kekayaan sumber daya alam dan energi, serta posisi geografis yang strategis, membuat intervensi negara-negara asing berlangsung baik secara nyata maupun terselubung. Akibatnya, sumber daya dan aspirasi negara-negara Afrika Barat sering kali dikorbankan demi kepentingan politik dan tujuan negara-negara Barat.

 

Situasi politik di beberapa negara kawasan ini juga menyebabkan sistem politik tetap bersifat diktatorial meskipun mengklaim sebagai demokrasi. Bahkan, sejumlah pejabat di negara-negara tersebut mengubah undang-undang untuk memperpanjang masa kekuasaan mereka, yang semakin memicu ketidakpuasan politik dan membuka jalan bagi terjadinya kudeta.

 

Di sisi lain, Afrika Barat, khususnya dalam dekade terakhir, menghadapi pertumbuhan kelompok teroris dan ekstremis. Dengan meluasnya kehadiran kelompok-kelompok ini, banyak pemerintah tidak mampu menjaga keamanan di perbatasan maupun di dalam negeri. Ketidakstabilan ini, kelemahan dalam menghadapi ancaman terorisme, serta melemahnya otoritas negara telah menyebabkan kelompok militer di sejumlah negara naik ke tampuk kekuasaan dan merebut kekuasaan secara ilegal.

 

Dari sudut pandang lain, kudeta di Afrika Barat bukan hanya ancaman bagi demokrasi, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi dan sosial. Di satu sisi, perkembangan ini melemahkan kepercayaan rakyat terhadap lembaga negara dan proses demokratis; di sisi lain, menimbulkan ketakutan akan ketidakstabilan ekonomi baik di tingkat domestik maupun internasional. Situasi ini mengurangi investasi asing, mengganggu perdagangan dan pertukaran ekonomi, serta menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, tingkat pengangguran dan inflasi meningkat.

 

Dalam kondisi ini, Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) sebagai salah satu lembaga regional penting di Afrika Barat berupaya dengan berbagai langkah untuk mencegah meluasnya kudeta militer dan timbulnya ketidakstabilan lebih lanjut. Sebagai respons terhadap gelombang kudeta terbaru, organisasi ini menggunakan pendekatan baru yang lebih menekankan pada tindakan proaktif dan pencegahan. Salah satu perubahan paling signifikan dalam strategi ECOWAS adalah pergeseran menuju langkah-langkah pencegahan, bukan sekadar pendekatan reaktif seperti sanksi.

 

Dalam pertemuan puncak terbaru di Abuja, para pemimpin negara anggota ECOWAS secara resmi menyatakan bahwa alih-alih menerapkan sanksi ekonomi dan diplomatik yang sebelumnya terbukti terbatas hasilnya, mereka kini menempatkan intervensi militer pencegahan serta dukungan terhadap pemerintahan sah sebagai prioritas. Dengan strategi baru ini, ECOWAS berusaha menciptakan tatanan dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan Afrika Barat. Para anggota juga berharap bahwa dengan menjaga solidaritas antarnegara, mereka dapat membebaskan kawasan dari krisis berkepanjangan dan mencegah terjadinya kudeta lebih lanjut. Selain itu, melalui peningkatan kerja sama regional, keamanan di negara-negara kawasan dapat ditegakkan dan jalan bagi kelompok milisi serta teroris dapat ditutup.

 

Meskipun ECOWAS berharap langkah-langkah ini dapat memperbaiki kondisi di kawasan, terdapat pula sejumlah tantangan, termasuk perlawanan dari pemerintahan hasil kudeta serta berkurangnya solidaritas di antara negara-negara anggota.

 

Pada akhirnya, keberhasilan strategi ini bergantung pada kemampuan ECOWAS menjaga persatuan di antara anggotanya serta memahami kompleksitas politik dan keamanan di Afrika Barat. Walaupun ECOWAS sebagai lembaga kunci berupaya mencegah munculnya krisis baru melalui strategi pencegahan, keberhasilan langkah-langkah tersebut tetap membutuhkan solidaritas yang lebih kuat antarnegara anggota, kerja sama regional, dan tekad bersama untuk menghadapi tantangan yang kompleks.

 

Apabila ECOWAS mampu mengelola tantangan ini secara efektif, bukan hanya stabilitas dan keamanan di Afrika Barat yang akan tercapai, tetapi kawasan ini juga dapat menempuh jalur pembangunan berkelanjutan dengan kecepatan yang lebih tinggi. (MF)