Politico: AS Merupaya Menimbulkan Perpecahan di Eropa Terkait Pembekuan Aset Rusia
-
Amerika Serikat dan Uni Eropa
Pars Today - Majalah Amerika Politico menulis, “Amerika Serikat berupaya menimbulkan perpecahan di Eropa terkait pembekuan aset Rusia.”
Para menteri luar negeri negara-negara anggota Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir telah bertemu dan berdiskusi menjelang pertemuan pada hari Kamis (18/12/2025) untuk membahas masalah ini. Namun, menurut seorang pejabat senior yang berbicara kepada Politico dengan syarat identitasnya tidak diungkapkan, “Kemungkinan tercapainya kesepakatan mengenai aset Rusia yang dibekukan bukannya meningkat, justru semakin melemah.”
Menurut laporan Pars Today, Politico mengutip pejabat senior Uni Eropa yang menyatakan, Dengan adanya tekanan dari Amerika Serikat dan penolakan sejumlah negara anggota blok itu terhadap penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk memberikan bantuan finansial kepada Ukraina, kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam pertemuan mendatang para pemimpin Uni Eropa menjadi semakin kecil.
Berdasarkan laporan ini, pembicaraan di antara negara-negara anggota Uni Eropa mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai bantuan kepada Ukraina semakin tegang, karena adanya penolakan dari sebagian negara anggota serta lobi langsung Amerika Serikat dengan sejumlah negara untuk menekan Uni Eropa agar tidak mengambil langkah itu.
Eropa semakin tegang terkait penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai bantuan kepada Ukraina. Karena adanya penolakan dari sebagian negara anggota serta lobi langsung Amerika Serikat dengan sejumlah negara untuk menekan Uni Eropa agar tidak mengambil langkah itu.
Majalah Amerika itu juga mengutip pejabat senior Eropa yang mengatakan bahwa hambatan lain bagi pendanaan Ukraina dalam perang melawan Rusia adalah tekanan yang diberikan pemerintah Amerika Serikat kepada negara-negara Uni Eropa agar tidak menggunakan aset Moskow yang dibekukan senilai 210 miliar euro untuk tujuan itu.
Politico menambahkan, “Pemerintahan Donald Trump secara aktif menentang rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan guna membiayai Ukraina.”
Menurut laporan, pejabat Amerika berinteraksi langsung dengan sejumlah negara Eropa secara terpisah dan melewati struktur pusat di Brussel (Komisi Eropa dan Dewan Eropa). Pendekatan ini sejauh ini telah meningkatkan perpecahan dalam blok ini.
Selain Amerika Serikat, Italia, Ceko, Bulgaria, Malta, dan Belgia juga menentang penggunaan aset yang dibekukan itu. Penolakan Belgia memiliki arti khusus karena negara itu memiliki yurisdiksi atas sebagian besar dana yang dibekukan. Meskipun Komisi Eropa dan sejumlah negara anggota terkemuka berupaya keras, Belgia hingga kini belum mengubah sikapnya.
Brussel khawatir bahwa kegagalan mencapai kesepakatan untuk mendanai Ukraina akan melemahkan otoritas Uni Eropa dan menampilkan ketidakmampuannya menjaga persatuan di bawah tekanan eksternal.
Friedrich Merz, Kanselir Jerman, memperingatkan bahwa ketiadaan konsensus akan menunjukkan kelemahan sistem politik Eropa kepada masyarakat internasional. Dalam wawancara dengan televisi Jerman, ia menekankan, “Jika kita tidak dapat mencapai kesepakatan, hal ini dalam beberapa tahun mendatang akan menimbulkan kerusakan serius bagi Uni Eropa.”
Sementara itu, para diplomat mengonfirmasi bahwa langkah semacam itu dapat memicu krisis internal yang mendalam dan pada praktiknya menyebabkan perpecahan dalam Uni Eropa. Dengan kondisi ini, pertemuan mendatang di Brussel memiliki arti penting bagi masa depan persatuan Uni Eropa.(sl)