Konjen Turki Baru di Tabriz: Hubungan dengan Iran Baik
https://parstoday.ir/id/news/world-i182568-konjen_turki_baru_di_tabriz_hubungan_dengan_iran_baik
Pars Today - Konsul Jenderal Turki yang baru di Tabriz, yang terletak di barat laut Iran, menilai hubungan antara Tehran dan Ankara baik.
(last modified 2025-12-19T14:23:20+00:00 )
Des 19, 2025 21:21 Asia/Jakarta
  • Mete Zaimoglu dan Yaghoub Houshyar
    Mete Zaimoglu dan Yaghoub Houshyar

Pars Today - Konsul Jenderal Turki yang baru di Tabriz, yang terletak di barat laut Iran, menilai hubungan antara Tehran dan Ankara baik.

Mete Zaimoglu, Konsul Jenderal Turki yang baru di Tabriz, menyatakan pada hari Kamis (18/12/2025) bahwa Tabriz memiliki tempat khusus di hati masyarakat negaranya dan mengumumkan, Kami mencoba untuk menjajaki kerja sama bersama dan peluang kerja sama antara kota-kota kedua negara melalui pertemuan-pertemuan ini."

Mete Zaimoglu menambahkan dalam pertemuan dengan Yaghoub Houshyar, Wali Kota Tabriz, "Iran dan Turki memiliki hubungan yang baik."

Menyatakan bahwa perkembangan terkini di kawasan ini telah mendorong perkembangan lebih lanjut hubungan antara kedua negara, Zaimoglu menambahkan, "Kami mencoba untuk memperluas kerja sama di bidang komersial, budaya, dan sosial."

Zaimoglu melanjutkan dengan menyatakan kepuasannya atas terpilihnya Tabriz sebagai ibu kota lingkungan kota-kota Asia pada tahun 2025 dan mengumumkan kesediaannya untuk menjalin perjanjian kota kembar antara Tabriz dan kota Konya dan Trabzon.

Iran dan Turki telah bersama-sama melewati masa-masa sulit. Sementara itu, Wali Kota Tabriz Yaghoub Houshyar mengucapkan selamat atas terpilihnya Mete Zaimoglu sebagai Konsul Jenderal Turki yang baru di Tabriz.

Merujuk pada kedekatan dan kesamaan antara Iran dan Turki, Houshyar mencatat, "Bahasa Turki yang sama dan kepercayaan kedua negara, yang sama-sama beragama Islam, adalah alasan kedekatan dan keakraban masyarakat kedua negara."

Merujuk pada pandangan arogan musuh-musuh Islam dan Muslim terhadap negara-negara Muslim, ia juga menambahkan, "Dalam diplomasi saat ini, ada pandangan tertentu dari beberapa negara terhadap Muslim dan negara-negara Muslim, yang menunjukkan adanya musuh bersama."(sl)