Peringatan Presiden Konferensi Uskup Katolik AS: Deportasi Imigran Menciptakan Ketakutan
https://parstoday.ir/id/news/world-i182784-peringatan_presiden_konferensi_uskup_katolik_as_deportasi_imigran_menciptakan_ketakutan
Pars Today - Presiden Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat memperingatkan bahwa deportasi imigran menciptakan ketakutan dan ketidakpastian.
(last modified 2025-12-22T16:30:02+00:00 )
Des 22, 2025 23:28 Asia/Jakarta
  • Paul Coakley, Uskup Agung Oklahoma
    Paul Coakley, Uskup Agung Oklahoma

Pars Today - Presiden Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat memperingatkan bahwa deportasi imigran menciptakan ketakutan dan ketidakpastian.

Paul Coakley, Uskup Agung Oklahoma dan Presiden Konferensi Uskup Katolik AS memperingatkan bahwa kampanye besar-besaran pemerintah AS untuk mendeportasi imigran telah menciptakan ketakutan dan ketidakpastian di seluruh Amerika Serikat.

Ia mendesak pemerintah untuk bersikap welas asih dan memaafkan terhadap imigran yang telah memasuki negara ini.

Beberapa hari setelah pelantikan Donald Trump pada Januari 2017, Coakley mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Sebagian besar imigran ilegal dan tanpa dokumen di Oklahoma City adalah anggota terkemuka komunitas dan gereja kita, dan mereka bukanlah penjahat berbahaya atau kejam."

Pejabat Katolik yang baru-baru ini terpilih untuk masa jabatan tiga tahun sebagai Presiden Konferensi Uskup Katolik, telah lama menjadi kritikus kebijakan migrasi ketat pemerintahan Trump, bersama dengan para pemimpin gereja lainnya.

Mengutuk tindakan pemerintahan Trump terhadap imigran, ia mengatakan para uskup berharap dapat memberikan jaminan yang diperlukan kepada masyarakat di tengah meningkatnya ketegangan.

Coakley mengakui bahwa di komunitas dengan populasi imigran yang besar, terdapat banyak ketakutan, ketidakpastian, dan kecemasan, dan situasi ini disebabkan oleh retorika yang digunakan ketika berbicara tentang imigran dan mengancam untuk mendeportasi mereka.

Sementara itu, Paus Leo XIV, Pemimpin Umat Katolik Dunia menantang posisi Trump tentang imigran, memperingatkan bahwa mereka yang mendukung perlakuan tidak manusiawi terhadap imigran tidak dapat mengklaim membela kehidupan.

Paus Leo juga menyerukan pengekangan dan pengurangan ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela.

Kongres AS mengalokasikan anggaran besar untuk program perbatasan dan migrasi pemerintahan Trump pada awal tahun 2025 dengan mengesahkan rancangan undang-undang pajak yang diusulkan oleh Partai Republik.

Pejabat pemerintah AS telah bertujuan untuk mendeportasi sejumlah besar imigran pada tahun pertama kepresidenannya, dan anggaran ini akan membuka jalan bagi hal itu.

Trump telah berulang kali berjanji untuk mendeportasi imigran ilegal secara besar-besaran dari wilayah Amerika, dengan alasan bahwa tindakan ini diperlukan untuk menjamin keamanan Amerika Serikat.(sl)