Surat Kabar Libération: Generasi Muda Prancis Berdiri di Belakang Gaza
https://parstoday.ir/id/news/world-i182998-surat_kabar_libération_generasi_muda_prancis_berdiri_di_belakang_gaza
Pars Today – Harian Prancis Libération dalam sebuah laporan menyoroti perubahan mendalam dalam pandangan politik generasi muda negara ini terhadap perkembangan Palestina.
(last modified 2025-12-26T12:03:41+00:00 )
Des 26, 2025 19:01 Asia/Jakarta
  • Surat Kabar Libération: Generasi Muda Prancis Berdiri di Belakang Gaza

Pars Today – Harian Prancis Libération dalam sebuah laporan menyoroti perubahan mendalam dalam pandangan politik generasi muda negara ini terhadap perkembangan Palestina.

Sebelumnya dilaporkan bahwa puluhan ribu orang di Paris, ibu kota Prancis, turun ke jalan untuk mendukung rakyat Palestina dan meneriakkan slogan “Dari Paris hingga Palestina, perlawanan.” 
 
Harian Libération menulis, generasi muda Prancis, berusia dua puluhan, yang terpengaruh oleh arus berkelanjutan gambar dan video perang di media sosial, telah dengan serius melangkah di jalur pembelaan terhadap rakyat Gaza. 
 
Libération menulis: fenomena ini menunjukkan sebuah perubahan mendasar dan radikal dalam kesadaran politik kaum muda Prancis.
 
Laporan tersebut menambahkan: jurang dan diskriminasi yang nyata dalam menghadapi isu-isu kemanusiaan telah mendorong banyak anak muda meninggalkan kursi penonton dan hadir secara aktif dalam demonstrasi serta aksi lapangan.
 
Menurut laporan ini, tujuan kaum muda tersebut adalah mengutuk nasib pahit yang dialami rakyat Palestina, dan memprotes pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata sejak diberlakukan.
 
Laporan itu menegaskan: perang Gaza telah mengguncang hati nurani yang sadar di banyak universitas terkemuka Prancis dan menjadikan lingkungan akademik negara ini sebagai pusat protes dan penyadaran.
 
Harian Prancis Le Figaro juga melaporkan bahwa bulan lalu sejumlah besar massa berulang kali melakukan pawai di antara Lapangan République dan Lapangan Nation di Paris, sambil meneriakkan slogan seperti “Dari Paris hingga Gaza, perlawanan!” dan “Gaza, Gaza, Paris bersamamu!” 
 
Beberapa tokoh politik sayap kiri, termasuk Jean-Luc Mélenchon, pemimpin partai France Insoumise (Prancis Tak Terkalahkan), juga hadir dalam pawai tersebut.
 
Sementara itu, Anne Tuaillon, ketua Asosiasi Solidaritas Prancis-Palestina (AFPS), mengatakan kepada kantor berita Prancis: harus diingat bahwa tujuh minggu setelah diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober (18 Mehr), faktanya tidak ada yang terselesaikan.
 
Ia, dengan mengecam percepatan luar biasa aktivitas pembangunan permukiman di Tepi Barat serta kekerasan para pemukim yang meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengatakan kepada kantor berita Prancis: sanksi sangat diperlukan; ini adalah satu-satunya cara untuk memaksa Israel mematuhi hukum internasional. (HS)