Anggota Duma: Agresi terhadap Iran Melanggar Prinsip Hukum Internasional
-
Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Duma (Parlemen) Federasi Rusia
Pars Today – Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Duma (Parlemen) Federasi Rusia, menegaskan bahwa agresi militer terhadap Republik Islam Iran merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar hukum internasional.
Dikutip dari laporan Pars Today berdasarkan keterangan IRNA, Slutsky menyampaikan pernyataannya kepada para jurnalis di Moskow, setelah menandatangani buku kenangan atas kesyahidan Ayatullah al-Uzma Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, di kediaman kedutaan besar Iran di Moskow, dalam respons terhadap serangan militer yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Iran.
Ia menegaskan bahwa agresi militer terhadap Republik Islam Iran tidak memiliki dasar atau justifikasi apa pun, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Slutsky mengecam tindakan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta upaya meneror Ayatullah Khamenei, dengan menyatakan bahwa Washington dan Tel Aviv merupakan pendukung tatanan dunia satu kutub, di mana Amerika Serikat harus menjadi satu-satunya kekuatan dan pengaruh dominan di dunia.
Ia menekankan bahwa tatanan dunia yang kacau semacam itu akan membawa umat manusia menuju Perang Dunia III, sebuah titik tanpa pemenang.
Slutsky menambahkan bahwa Federasi Rusia akan berkolaborasi erat dengan Republik Islam Iran dalam mewujudkan dunia multipolar.
Dalam konteks ini, kedua negara tidak hanya akan memperdalam kerja sama dalam proyek-proyek strategis ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat solidaritas politik dan parlementer di tingkat tinggi, lebih dari sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Iran dan Rusia dalam menciptakan ruang keamanan yang utuh dan tak terpisahkan di wilayah Eurasia Selatan dan Tengah akan memainkan peran penting.
Upaya Amerika Serikat dan Israel untuk mengganggu kerja sama keamanan di kawasan Eurasia tidak akan berdampak signifikan, karena kehendak rakyat negara-negara kami yang akan menentukan arah masa depan.(sl)