Tiongkok: Kepemimpinan Baru Iran Sah dan Legal
-
Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok
ParsToday - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa Beijing menentang segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain di bawah alasan apa pun, dan menambahkan bahwa pemimpin baru Republik Islam Iran terpilih sesuai dengan konstitusi negara tersebut.
Dewan Ahli Kepemimpinan Iran, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (08/03/2026), menunjuk Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam Iran. Tindakan ini diambil setelah serangan militer bersama Amerika Serikat dan rejim Zionis terhadap Republik Islam Iran, yang menyebabkan syahidnya Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam.
Menurut laporan ParsToday dari kantor berita ISNA,Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada hari Senin dalam tanggapannya terhadap pemilihan pemimpin baru Revolusi Islam, mengatakan, "Kami telah memperhatikan laporan-laporan terkait. Ini adalah keputusan yang diambil oleh pihak Iran sesuai dengan konstitusi mereka sendiri."
Ia menambahkan, "Beijing menentang segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain di bawah alasan apa pun, dan kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah Iran harus dihormati."
Di sisi lain, Vladimir Putin, Presiden Rusia menyampaikan ucapan selamat atas pemilihan pemimpin baru Republik Islam Iran.
Dalam pesan selamatnya kepada Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Putin mengatakan, "Saya yakin Anda akan melanjutkan karya ayahanda dengan 'bangga' dan akan menyatukan rakyat Iran dalam menghadapi 'tantangan serius'."(sl)