Axios: Trump Terjebak dalam “Eskalasi Ketegangan”
-
Presiden AS Doland Trump
Pars Today – Situs Axios mengakui bahwa Presiden Amerika Serikat telah terjebak dalam “eskalasi ketegangan” terkait perang Iran.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, situs Axios menyoroti kesalahan perhitungan dalam pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengenai perang dengan Iran dan menulis bahwa ia telah terjebak dalam “eskalasi ketegangan”.
Menurut Axios, perang yang dimulai Trump terhadap Iran kini telah menjadi krisis pertama yang menghadapi gaya pengambilan keputusannya yang didasarkan pada naluri, tergesa-gesa, dan improvisasi.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Trump telah bertindak berdasarkan naluri dan improvisasi selama lima tahun menjabat sebagai presiden, tetapi perang Iran adalah skenario yang tidak dapat dengan mudah diatasi dengan kata-kata atau improvisasi.
Mengapa Perang Ini Berbeda?
Berbeda dengan tarif perdagangan Washington terhadap negara-negara lain yang dapat dengan cepat diberlakukan atau dicabut, hasil perang Iran berada di luar kendali dan solusi cepat Amerika Serikat. Axios menulis bahwa Iran juga merupakan pemain dalam persamaan ini.
Trump bertindak dengan tujuan membantu memecahkan kebuntuan minyak di Teluk Persia dan sekarang terjebak dalam jebakan penuh ketegangan untuk menunjukkan superioritasnya, terpaksa melanjutkan serangan dengan hasil yang semakin berkurang.
Axios menekankan bahwa Trump mungkin dapat keluar dari perang besok, tetapi Iran dapat terus menutup Selat Hormuz dan menaikkan harga minyak hingga Amerika Serikat terpaksa turun tangan lagi.
Dalam hubungan ini, Jonathan Alter, seorang sejarawan Amerika, juga menunjukkan bahwa Trump adalah “agen kekacauan” yang cakrawala pandangnya tidak melampaui berita berikutnya.
Para ahli politik mengatakan bahwa ia adalah pecundang di medan perang dan jagoan cuitan. Karena dalam pandangan dunia Trump, waktu adalah konsep yang didefinisikan ulang dengan setiap postingan di media sosial atau pidato improvisasi. Dengan terus-menerus mengubah garis waktu perang, ia sebenarnya melakukan operasi psikologis terhadap orang Amerika untuk menghindari pertanggungjawaban.(sl)