Lavrov: Iran Punya Hak Penuh Perkaya Uranium untuk Tujuan Damai
https://parstoday.ir/id/news/world-i190124-lavrov_iran_punya_hak_penuh_perkaya_uranium_untuk_tujuan_damai
Pars Today - Menteri Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Iran memiliki hak penuh untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.
(last modified 2026-05-19T05:06:22+00:00 )
May 19, 2026 12:05 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia
    Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia

Pars Today - Menteri Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Iran memiliki hak penuh untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.

Dilansir Pars Today dari Tasnim, 18 Mei 2026, Sergei Lavrov, dalam konferensi pers tentang Iran, Senin (18/5), menyatakan, "Prinsip dasarnya adalah bahwa Iran, seperti negara pihak lainnya dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT), memiliki hak penuh untuk memperkaya uranium untuk tujuan energi damai."

Lavrov menekankan bahwa di bawah pengawasan IAEA, program nuklir Iran adalah sah dan tidak menyimpang ke arah militer, karena IAEA sendiri tidak pernah mencatat adanya pengalihan uranium yang diperkaya Iran ke tujuan non-damai.

Mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, Lavrov menegaskan bahwa fase kedua proyek ini hanya menyangkut Rusia dan Iran, bukan pihak lain mana pun. Pernyataan ini penting karena di tengah perang, Rusia sempat mengevakuikan lebih dari 600 pekerjanya dari Bushehr setelah fasilitas itu menjadi sasaran serangan. Kini, setelah gencatan senjata, unit 2 Bushehr secara bertahap melanjutkan pembangunannya dengan dukungan penuh Rosatom.

Lavrov juga menekankan bahwa negosiasi Iran dan AS berjalan dengan sukses, seraya mengingatkan bahwa Rusia, meski tidak secara resmi terlibat dalam proses mediasi, akan mendukung setiap kesepakatan yang dapat dicapai oleh Washington dan Tehran secara sukarela dan tanpa paksaan.

Moskow mengirim sinyal ganda: Pertama, Iran adalah pihak yang sah secara hukum dalam NPT. Kedua, klaim AS tentang "ancaman nuklir Iran" tidak memiliki dasar hukum, karena NPT menjamin hak Iran. Ketiga, Bushehr bukan panggung untuk intervensi asing, itu adalah proyek bilateral Iran-Rusia. Di tengah tekanan Washington untuk melucuti program nuklir Iran, Lavrov secara diplomatis namun tegas mengingatkan: hukum internasional tidak bisa dipilih-pilih.(Sail)