PBB Minta Proses Politik di Libya Diperkuat
Utusan Khusus PBB untuk Libya, Martin Kobler menyatakan kebutuhan untuk memperkuat proses politik di negara Afrika Utara itu.
Kantor berita IRIB melaporkan, Kobler dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (13/9/2016), memaparkan empat tantangan Libya yaitu, masalah keamanan, proses politik, rekonsiliasi nasional dan ekonomi yang rapuh.
"Berlanjutnya pertikaian antara faksi-faksi politik yang ada di Libya akan berdampak negatif pada struktur lembaga-lembaga pemerintahan di negara itu," tambahnya.
Kobler menuturkan bahwa situasi ekonomi dan kehidupan yang buruk di Libya telah mendorong pemuda bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata dan mereka tidak tertarik bekerja di lembaga-lembaga pemerintah.
Pada kesempatan itu, Kobler juga menyoroti peran pasukan Khalifa Haftar dalam memperuncing perpecahan di Libya dan menandaskan bahwa tidak ada jalan lain kecuali melakukan dialog antara dewan kepemimpinan pemerintah persatuan nasional Libya dengan parlemen di kota Tobruk untuk memperkuat proses politik.
Dia juga menyerukan partisipasi para pemantau dari Liga Arab serta tokoh-tokoh Libya dan internasional dalam pertemuan kongres Libya untuk memperkuat proses politik.
Sebuah pertemuan rencananya akan digelar pada tanggal 26 September untuk membahas masalah Libya di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York. (RM)