Putin Janji Bersihkan Aleppo dari Teroris
Presiden Vladimir Putin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat tidak berkomitmen dengan kesepakatan apapun terkait Suriah dan Rusia tidak punya jalan lain kecuali membersihkan Aleppo dari keberadaan teroris.
"Kelompok teroris terus dipersenjatai, dilengkapi dan dilatih dalam upaya untuk mencapai tujuan politik mereka. Ini adalah permainan yang sangat berbahaya," ujarnya dalam pertemuan ke-13 Klub Diskusi Valdai di kota Sochi, Kamis (27/10/2016).
Putin menerangkan bahwa dukungan militer Rusia kepada pemerintah Presiden Bashar al-Assad diberikan atas permintaan Suriah.
Rusia, tegasnya, terus menyerukan semua pihak untuk bergabung dalam perang anti-teroris. Sebuah front bersatu melawan terorisme belum dibentuk.
"Hal ini penting untuk bekerja bersama-sama secara serius melawan terorisme dan ekstremisme. Kejahatan ini dapat dikalahkan hanya dengan menyatukan upaya semua negara di dunia. Rusia menawarkan itu dan masih menawarkan untuk semua mitra yang tertarik," tandasnya.
Menurut Putin, munculnya terorisme terjadi jauh sebelum kekerasan di Aleppo dan jauh sebelum Angkatan Aerospace Rusia memulai operasinya di Suriah.
Di bagian lain, Putin mengatakan bahwa kelompok tertentu di Barat membesar-besarkan ancaman Rusia sehingga dapat menaikkan anggaran militernya dan mengesankan dirinya lebih penting.
"Rusia sama sekali tidak berniat menyerang negara manapun," pungkasnya. (RM)