PBB: Yaman di Ambang Bencana Kelaparan
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, menyampaikan kekhawatiran serius terkait situasi kemanusiaan di Yaman.
Stephen O'Brien dalam sebuah pesan kepada sidang Dewan Keamanan untuk membahas situasi Yaman pada Senin (31/10/2016), meminta semua pihak yang terkait dengan krisis itu untuk berupaya mencapai perdamaian. Demikian dikutip kantor berita IRIB.
"Situasi kemanusiaan di Yaman sangat mengkhawatirkan dan telah menambah penderitaan penduduk, yang sudah berada di bawah garis kemiskinan. Selama 19 bulan terakhir, orang-orang Yaman telah dirampok kehidupan mereka, harapan mereka dan hak mereka untuk hidup bermartabat," tambahnya.
O'Brien menegaskan bahwa tidak ada solusi kemanusiaan untuk konflik di Yaman. Jadi, perlu ada solusi politik yang dimulai dengan penghentian segera permusuhan.
"Berlanjutnya perang akan memperburuk penderitaan warga sipil," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ribuan orang telah tewas, puluhan ribu orang terluka, lebih dari tiga juta rakyat Yaman dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka, dan tujuh juta orang tidak tahu dari mana mereka harus memperoleh makanan.
"Situasi kemanusiaan di Yaman semakin buruk dan 80 persen rakyat Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan dan negara itu berada di ambang bencana kelaparan," tegas O'Brien.
Dia menandaskan bahwa hukum humaniter internasional adalah kewajiban, bukan pilihan. Para pelanggar hukum humaniter internasional harus diproses dan Dewan Keamanan juga memiliki tanggung jawab dalam hal ini. (RM)