Rusia Tolak Perpanjang Gencata Senjata di Aleppo
Rusia menolak permintaan PBB untuk memperpanjang gencatan senjata di Aleppo Timur untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan ke daerah yang dikuasai teroris.
Seperti dilansir AFP, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov pada Kamis (10/11/2016) menyebut perpanjangan itu kontra-produktif.
"Langkah itu kontra-produktif dan menyalahi akal sehat. Perpanjangan itu tidak akan memberikan kontribusi riil bagi warga sipil, tapi hanya akan membantu teroris untuk memperbarui kemampuan tempurnya," tegasnya.
Selain gencatan senjata itu, lanjut Konashenkov, Rusia telah mengirim lebih dari 100.000 ton bantuan kemanusiaan ke Aleppo dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Gugus Tugas Kemanusiaan PBB di Suriah, Jan Egeland sebelumnya meminta Rusia untuk memperpanjang jeda kemanusiaan di Aleppo.
Rusia berkali-kali telah mengumumkan gencatan senjata sepihak dan pasukan Suriah juga menghentikan pertempuran sehingga para teroris bisa meninggalkan Aleppo. Namun hanya sedikit yang pergi dari kota itu.
Rusia melakukan jeda pertempuran 10 jam pada 4 November dan gencatan senjata tiga hari pada akhir Oktober. (RM)