Ultimatum Cina pada AS Soal Pelanggaran Zona Laut
https://parstoday.ir/id/news/world-i38236-ultimatum_cina_pada_as_soal_pelanggaran_zona_laut
Mereaksi semakin mendekatnya kapal perang Amerika Serikat, USS Dewey ke pulau buatan Cina di Laut Cina Selatan, pemerintah Beijing memberikan peringatan kepada kapal perang tersebut dan memintanya untuk segera keluar dari zona laut itu.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 25, 2017 14:44 Asia/Jakarta
  • kapal Amerika
    kapal Amerika

Mereaksi semakin mendekatnya kapal perang Amerika Serikat, USS Dewey ke pulau buatan Cina di Laut Cina Selatan, pemerintah Beijing memberikan peringatan kepada kapal perang tersebut dan memintanya untuk segera keluar dari zona laut itu.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, Ren Guoqiang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina menegaskan, langkah Amerika ini tidak akan membantu proses perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan. Sementara Amerika mengumumkan, kapal perang USS Dewey memasuki Laut Cina Selatan dalam kerangka operasi bersandi "freedom of navigation".

Washington menuduh Cina berusaha membatasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan. Di sisi lain pemerintah Beijing mengklaim sejumlah banyak wilayah Laut Cina Selatan sebagai miliknya dan menuding Amerika tengah melakukan petualangan militer di wilayah itu.

Artinya, Amerika sedang mempertanyakan klaim kepemilikan pulau oleh Cina di Laut Cina Selatan dan pembangunan pulau buatan untuk memperluas wilayah negara itu. Cina terlibat sengketa kepemilikan pulau termasuk Pulau Spratly dan Paracel di Laut Cina Selatan dengan Vietnam dan Filipina. Meski Cina sudah meminta negara-negara itu untuk menyelesaikan sengketa lewat dialog dan mencegah Amerika mencampuri masalah ini, namun Washington secara langsung atau dengan memprovokasi negara-negara lain, terus memanaskan situasi di Laut Cina Selatan.

Amerika dengan memanfaatkan keputusan Badan Arbitrase Internasional yang menolak klaim kepemilikan Cina atas pulau sengketa dengan Filipina, sedang berusaha menciptakan krisis baru di Laut Cina Selatan dengan mengerahkan kapal-kapal perangnya ke wilayah yang berdekatan dengan pulau buatan Cina.

Tujuan Amerika adalah memperkuat posisi negara-negara yang terlibat sengketa wilayah dengan Cina di Laut Cina Selatan. Langkah Amerika mengirim secara terus menerus kapal-kapal perangnya ke Laut Cina Selatan dan perairan di Semenanjung Korea dilakukan bersamaan dengan upaya Washington membujuk Beijing untuk bekerjasama menghentikan uji coba rudal dan nuklir Korea Utara.

Oleh karena itu, pengiriman kapal perang ke Laut Cina Selatan dapat diamati dari dua sisi, pertama, para jenderal militer Amerika mendiktekan program-program mereka kepada Gedung Putih dan Laksamana Harry B. Harris, Komandan Armada Amerika di wilayah Asia Timur, sebagai orang yang menjalankan kebijakan dan program Washington. Sebuah kondisi yang dipandang Beijing sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, Cina meminta Amerika menggeser Harris dari posisinya.

Kedua, Amerika dengan mengerahkan kapal-kapal perangnya ke kawasan berusaha mencegah penurunan eskalasi krisis dan intstabilitas di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitar Cina. Tujuan Washington menjalankan langkah ini adalah memperkuat posisi militernya di kawasan dengan dalih menghadapi ancaman Korea Utara dan menjaga apa yang mereka istilahkan sebagai kebebasan navigasi yang menurut Cina sendiri justru memicu ketegangan.

Pada kenyataannya, dengan mencampuri ketegangan di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitar Korea Utara, Amerika ingin menunjukkan bahwa negara itu sama sekali tidak ingin menyelesaikan krisis kawasan dalam berbagai dimensinya. (HS)