Malaysia: Krisis Myanmar Ancam Stabilitas Asia Tenggara
https://parstoday.ir/id/news/world-i44637-malaysia_krisis_myanmar_ancam_stabilitas_asia_tenggara
Menteri Luar Negeri Malaysia memperingatkan, jika krisis di wilayah pemukiman penduduk Muslim, Myanmar terus berlanjut, maka hal itu akan membahayakan stabilitas negara-negara Asia Tenggara.
(last modified 2025-09-17T13:55:48+00:00 )
Sep 21, 2017 04:08 Asia/Jakarta
  • Anifah Aman
    Anifah Aman

Menteri Luar Negeri Malaysia memperingatkan, jika krisis di wilayah pemukiman penduduk Muslim, Myanmar terus berlanjut, maka hal itu akan membahayakan stabilitas negara-negara Asia Tenggara.

IRNA (20/9) melaporkan, Anifah Aman, Menlu Malaysia di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York mengatakan, Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang bertetangga dengan Myanmar, akan terkena instabilitas sebagai dampak konflik, jika kondisi mengenaskan di negara bagian Rakhine tidak segera ditangani.

Menlu Malaysia meminta pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan masalah Muslim Rohingya dan menuturkan, Kuala Lumpur harus menanggung kerugian besar karena telah menampung puluhan ribu pengungsi Muslim Rohingya yang lari dari Myanmar.

Menurutnya, situasi buruk di Rakhine dapat membuka peluang yang tepat bagi meluasnya ekstremisme. Kelompok teroris Daesh, katanya, sedang berupaya mendirikan pangkalan di selatan dan tenggara Asia.

Anifah Aman menambahkan, Malaysia sebagai anggota ASEAN siap memberikan dukungan dan bantuan kepada pemerintah Myanmar untuk menangani masalah ini.

Di bagian lain statemennya, Menlu Malaysia menyinggung upaya Bangladesh membantu menyelesaikan krisis Myanmar dan mengatakan, langkah pemerintah Bangladesh ini telah menarik perhatian dunia internasional sehingga bantuan kemanusiaan bisa dikirim.

Anifah Aman juga meminta pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan langkah militer dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

Akibat serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, ratusan orang tewas dan sekitar 400 ribu lainnya mengungsi ke perbatasan Bangladesh. (HS)