Kunjungan Utusan Khusus Sekjen PBB ke Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i47779-kunjungan_utusan_khusus_sekjen_pbb_ke_korut
Noh Kyu-duk, juru bicara Departemen Luar Negeri Korea Selatan menyambut kunjungan utusan khusus sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Korea Utara.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 06, 2017 14:45 Asia/Jakarta

Noh Kyu-duk, juru bicara Departemen Luar Negeri Korea Selatan menyambut kunjungan utusan khusus sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Korea Utara.

Noh Kyu-duk menilai penting lawatan Jeffrey Feltman, deputi politik sekjen PBB ke Pyongyang untuk mengkaji mekanisme pencapaian solusi damai bagi krisis Semenanjung Korea. Ia menekankan, pemerintah Seoul mendukung setiap uapya untuk menyelesaikan krisis ini. Jubir Deplu Korsel juga optimis lawatan ini dapat berujung pada dimulainya perundingan dengan Pyongyang untuk menyelesaikan isu nuklir Semenanjung Korea.

Jeffrey Feltman

Tak diragukan bahwa pemerintah Korea Selatan menyadari dengan baik solusi tunggal bagi krisis nuklir dan rudal Korea Utara adalah dialog antara pihak-pihak yang bertikai. Hal ini karena jika terjadi perang potensial, Korea Selatan dan Jepang berada di ujung target arsenal nuklir dan rudal Korea Utara serta akan menjadi pihak yang paling menderita kerugian.

Oleh karena itu, Korea Selatan menjadi pihak yang paling getol menyambut solusi politik bagi krisis Semenanjung Korea ketimbang Jepang dan Amerika Serikat. Namun point penting untuk memulai perundingan segienam demi menyelesaikan krisis Semenanjung Korea atau perudingan bilateral adalah menyiapkan peluang. Karena Korea Selatan dan Jepang sebagai sekutu Amerika di kawasan sepertinya malah mengacaukan kondisi kawasan ketimbang membantu stabilitas regional dengan menggelar latihan perang gabungan dan penempatan sistem anti rudal Amerika (THAAD).

Peter Spina dari Universitas Yonsei Korea Selatan mengatakan, program militer Amerika termasuk sistem anti rudal THAAD bukan saja menjadi ancaman Korea Utara, bahkan Cina menganggapkan mengancam keamanan nasionalnya dan mereka tidak akan pernah setuju dengan sistem ini. Khususnya antara negara-negara tersebut dengan Amerika terjadi tensi yang cukup tajam.

Amerika melalui aksinya memperparah krisis di kawasan Semenanjung Korea dan penempatan militernya di perairan Laut Cina Selatan, tengah mengejar kebijakan pengokohan posisi militer serta blokade Cina. Hal ini bahkan mengakibatkan hubungan negara-negara kawasan termasuk Korea Selatan dengan Cina memanas.

THAAD

Pemerintah Beijing berulang kali meminta Seoul tidak mengijinkan Amerika melalui kebijakan militeristiknya mencegah perluasan kerja sama regional. Karena Washington dengan mengobarkan krisis, dari satu sisi berusaha menjustifikasi penempatan militernya di kawasan dengan dalih melawan apa yang mereka sebut ancaman rudal dan nuklir Korea Utara, serta dari sisi lain mengobarkan perlombaan senjata di kawasan.

Geng Shuang, pengamat politik mengatakan, Cina bersikap tegas dan jelas dalam menentang penempatan militer Amerika di kawasan khususnya penempatan sistem anti rudal THAAD di Korea Selatan dan meminta AS serta Korsel secepatnya menghentikan program penempatan sistem ini dan mencabut peralatan sistem anti rudal yang telah dipasang.

Korea Selatan Vs Korea Utara

Bagaimana pun juga di kondisi ketika keamanan di Semenanjung Korea dan Asia Timur tak menentu, dan Amerika mengobarkan instabilitas dan ketidakpercayaan di kawasan, PBB mampu memainkan peran lebih aktif dalam koridor piagam PBB untuk membantu menguatkan sendi-sendi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea serta memainkan peran lebih efektif guna menyelesaikan krisis.

Sambutan negara-negara kawasan atas peran PBB ini akan sangat membantu bagi kesuksesan upaya tersebut. (MF)