Dewan Keamanan PBB Siap Tinjau Ulang Sanksi Libya
Dewan Keamanan PBB menyatakan siap untuk mempertimbangkan perubahan sanksi atas dana kedaulatan Libya setelah pemerintahan baru mengkonfirmasi bahwa ia telah memegang kendali.
Seperti dilansir Reuters, Dewan Keamanan pada Kamis (31/3/2016) menyatakan siap mengubah sanksi-sanksi setelah pemerintah persatuan nasional memberitahu bahwa ia telah memiliki pengawasan tunggal dan efektif atas dana kedaulatan Libya, perusahaan nasional minyak dan Bank Sentral Libya.
Dewan Keamanan pada tahun 2011 membekukan aset Otoritas Investasi Libya (LIA) untuk mencegah pemerintah mantan diktator Muammar Qaddafi membawa kabur kekayaan negara.
Duta Besar Libya di PBB, Ibrahim Dabbashi telah meminta Dewan untuk pembebasan sanksi pada otoritas investasi guna menghentikan kerugian miliar dolar disebabkan oleh manajemen yang tidak efektif.
Dewan kemudian meminta pemerintah persatuan nasional Libya untuk segera mengkonfirmasi bahwa ia telah melakukan pengawasan tunggal atas LIA, perusahaan nasional minyak dan Bank Sentral Libya.
Dewan mengatakan kelanjutan kegiatan lembaga tersebut penting untuk menjaga kepentingan semua warga Libya. (RM)