Utusan Khusus PBB Bungkam Soal Kejahatan Saudi di Yaman
-
Ismail Ould Cheikh Ahmed.
Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan hanya para pembuat keputusan di Yaman yang bisa menghentikan perang, tanpa menyinggung kejahatan Arab Saudi terhadap rakyat Yaman.
Dewan Keamanan PBB pada Selasa (27/2/2018) menggelar pertemuan untuk mendengarkan laporan Komite Yaman berdasarkan resolusi 2140. Demikian dikutip kantor berita IRNA.
"Sejak perang di Yaman pada April 2015, perekonomian, layanan kesehatan, rumah-rumah penduduk, jalan raya dan sekolah serta segala kebutuhan hidup, secara perlahan hancur," kata Cheikh Ahmed dalam pertemuan tersebut.

Namun, dia tidak menyinggung tindakan Arab Saudi dan sekutunya sebagai pihak yang memulai serangan militer ke Yaman.
Cheikh Ahmed meminta semua pihak untuk tidak lagi merekrut anak-anak sebagai tentara dan mematuhi hukum humaniter internasional.
Pejabat PBB ini mencatat bahwa serangan yang disengaja atau langsung terhadap warga sipil atau fasilitas publik, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat dan reaksi pasif masyarakat internasional, melakukan serangan brutal terhadap Yaman pada tahun 2015. Sedikitnya 13.600 orang terbunuh sejak dimulainya agresi Saudi. Sebagian besar infrastruktur Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, hancur akibat pemboman pasukan agresor.(RM/PH)