Bungkam akan Kejahatan Saudi di Yaman PBB Dikecam
-
Abdel Salam Jaber, Jurubicara Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman
Jurubicara Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman mengecam kebungkaman Perserikatan Bangsa-bangsa dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengannya menghadapi kejahatan koalisi Saudi di Yaman.
Menurut laporan IRNA Ahad dini hari (24/6) Abdel Salam Jaber, Jurubicara Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman mengecam langkah Uni Emirat Arab dan Amerika yang membuat penjara-penjara rahasia di provinsi-provinsi bagian selatan Yaman dan menyiksa para tahanan.
"Bila PBB dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengannya tidak bungkam menyaksikan hal ini, kejahatan memalukan ini tidak akan berlanjut," ungkap Jaber.
Abdel Salam Jaber juga mengecam klaim sejumlah lembaga inernasional yang bertujuan menjustifikasi serangan agresor Saudi ke provinsi al-Hudaydah dan menolak klaim Amnesty International bahwa Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman tidak kooperatif terkait bantuan kemanusiaan ke rakyat Yaman.
Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki pelabuhan al-Hudaydah.
Serangan ke al-Hudaydah dilancarkan meski telah diperingatkan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman. Al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu. Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya.