Dukungan untuk Reformasi di Uni Eropa
Perdana Menteri Polandia Beata Szydło mengatakan bahwa Polandia ingin Inggris tetap berada di Uni Eropa dan pemerintahannya mendukung untuk melakukan beberapa reformasi di organisasi itu.
Szydło seusai bertemu Perdana Menteri Inggri David Cameron di Warsawa, Jumat (5/2/2016) menambahkan, “Kami sepenuhnya mendukung proposal Inggris mengenai solusi yang bertujuan meningkatkan daya saing, menghapus hambatan birokrasi, dan memberi makna yang tepat untuk parlemen nasional negara-negara anggota.”
Dia juga menilai adanya kebutuhan untuk membahas masalah pembayaran tunjangan kesejahteraan bagi warga Polandia yang tinggal di Inggris.
Dalam pernyataan bersama itu, Cameron juga mengatakan London ingin melihat kemitraan strategis yang penuh antara Inggris dan Polandia.
Para pemimpin Uni Eropa akan melakukan pembicaraan di Brussels pada tanggal 18-19 Februari, untuk membahas syarat-syarat Inggris bertahan di organisasi itu. Cameron sekarang sedang melakukan lobi dengan harapan para pemimpin Eropa menyetujui syarat-syarat Inggris.
Pada Kamis lalu, Cameron juga menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Belgia Charles Michel di London. Pada kesempatan itu, Michel menekankan dukungan Belgia kepada Inggris agar tetap di Uni Eropa dan mengatakan bahwa organisasi itu akan menjadi sangat kuat dengan kehadiran London.
PM Belgia juga menilai proposal Dewan Eropa tentang buruh migran bertujuan untuk mempertahankan keanggotaan Inggris di Uni Eropa.
Cameron tampak lebih optimis setelah Presiden Dewan Eropa Donald Tusk melakukan kunjungan ke London dan berbicara dengan para pejabat Inggris. Setelah pertemuan itu, Tusk pada Selasa lalu mengedarkan draft proposal untuk merealisasikan tuntutan Inggris dalam sebuah surat kepada para pemimpin Eropa.
Pemerintah Inggris juga ingin mengubah sistem pembayaran kesejahteraan buruh migran dari negara-negara Eropa dan ini merupakan salah satu tuntutan London dalam negosiasi ulang dengan Uni Eropa. London ingin agar para buruh migran yang memasuki Inggris harus menunggu empat tahun untuk memperoleh tunjangan kesejahteraan. Dengan begitu, mereka dapat mengontrol gelombang buruh migran yang datang dari negara-negara lain Eropa khususnya Polandia.
Kunjungan Cameron ke Warsawa kemungkinan juga untuk melobi pemerintah Polandia agar memberi suara setuju kepada proposal Dewan Eropa. Tusk sendiri ingin agar para pemimpin Eropa menyetujui syarat-syarat Inggris sehingga bisa mencegah keluarnya negara itu dari Uni Eropa. Ia menilai tantangan utama organisasi itu adalah mempertahankan kesolidan dan persatuan Uni Eropa.
Para pemimpin Eropa selama dua pekan ke depan harus mengumumkan pandangannya tentang proposal Tusk. Perlu diingat bahwa tuntutan Inggris untuk bertahan di Uni Eropa juga mendapat penentangan dari dalam dan luar negeri.
Perancis – sebagai kekuatan kedua Uni Eropa – menentang negosiasi ulang keanggotaan Inggris dalam KTT Eropa. Francois Hollande mengatakan bahwa pertemuan itu tidak boleh membahas proposal reformasi yang lebih besar demi mempertahankan Inggris di Uni Eropa.
Di Inggris sendiri, ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn menyebut langkah Cameron untuk kerjasama masa depan London dengan Uni Eropa sebagai sebuah pertunjukan.
Cameron sekarang sedang mendesak reformasi di Uni Eropa sebagai syarat kelanjutan keanggotaan Inggris di organisasi itu dan ia juga menyiapkan opsi lain yaitu referendum, jika tuntutannya tidak dipenuhi. (IRIB Indonesia/RM)