Militer Libya Minta Rusia dan Putin Bantu Selesaikan Krisis
-
Jenderal Khalifa Haftar dalam kunjungan ke Moskow, Rusia.
Juru bicara Tentara Nasional Libya, Ahmed al-Mismari mengatakan penyelesaian krisis Libya membutuhkan keterlibatan Rusia dan pribadi Presiden Vladimir Putin.
"Aktor-aktor eksternal termasuk Turki, Qatar dan Italia perlu keluar dari arena Libya, tetapi diplomasi Rusia harus memainkan peran penting dalam masalah ini," tambahnya seperti dikutip media Sputnik, Rabu (8/8/2018).
Mengacu pada kunjungan Panglima Tentara Nasional Libya, Jenderal Khalifa Haftar ke Moskow tahun lalu, al-Mismari menandaskan militer Libya akan melanjutkan hubungannya dengan Rusia.
Namun, lanjutnya, Rusia belum mempersenjatai militer Libya karena embargo internasional.
Libya masih terkoyak oleh perang sipil sejak kematian Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Saat ini ada dua entitas utama yang mengatur negara; parlemen terpilih yang didukung oleh Tentara Nasional Libya di Tobruk, dan Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB di Tripoli. (RM)