Haftar: NATO Mempersiapkan Munculnya Kelompok Teroris di Libya
https://parstoday.ir/id/news/world-i60866-haftar_nato_mempersiapkan_munculnya_kelompok_teroris_di_libya
Komandan Tentara Nasional Libya mengatakan, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan melakukan intervensi militer di Libya telah memusnahkan infrastruktur militer negara ini dan mempersiapkan sarana bagi kemunculan dan aktivitas kelompok-kelompok teroris seperti Al Qaeda dan Daesh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 13, 2018 00:03 Asia/Jakarta
  • Khalifa Haftar, Komandan Tentara Nasional Libya
    Khalifa Haftar, Komandan Tentara Nasional Libya

Komandan Tentara Nasional Libya mengatakan, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan melakukan intervensi militer di Libya telah memusnahkan infrastruktur militer negara ini dan mempersiapkan sarana bagi kemunculan dan aktivitas kelompok-kelompok teroris seperti Al Qaeda dan Daesh.

"Pasca intervensi militer NATO di Libya, para milisi dan kelompok ekstrim seperti Daesh mulai melakukan aktivitasnya di negara ini yang membahayakan keamanan dan stabilitas di Libya," ungkap Khalifa Haftar, Komandan Tentara Nasional Libya. Demikian dilansir IRNA hari Ahad (12/8).

Haftar menyinggung bahwa sebagian politikus berusaha mempertahankan kepentingannya dengan membiarkan kondisi yang ada saat ini tetap berlanjut di Libya.

Kelompok teroris Daesh di Libya

"Penyelenggaraan pemilu presiden dan parlemen merupakan satu-satunya solusi bagi krisis politik Libya saat ini," ujar Haftar.

Rencananya, pemilu legislatif Libya akan diselenggarakan pada 10 Desember 2018.

Menyusul transformasi tahun 2011 dan kekacauan akibat intervensi militer Amerika Serikat dan NATO, Libya menghadapi ketidakamanan dan aktivitas kelompok-kelompok bersenjata.

Akibat persaingan politik, saat ini ada dua entitas utama yang mengatur negara; parlemen terpilih yang didukung oleh Tentara Nasional Libya di Tobruk, dan Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB di Tripoli.

Instabilitas yang terjadi diakibatkan ada upaya memperkuat kelompok-kelompok teroris dan Daesh kini berusaha untuk memperkuat posisinya di Libya setelah kalah di Irak dan Suriah.