Minat Korut Pulihkan Hubungan dengan Jepang
https://parstoday.ir/id/news/world-i61306-minat_korut_pulihkan_hubungan_dengan_jepang
Korea Utara membebaskan warga Jepang yang ditangkap awal bulan ini dengan dakwaan melakukan aksi spionase.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 28, 2018 01:49 Asia/Jakarta
  • Hubungan Jepang-Korut
    Hubungan Jepang-Korut

Korea Utara membebaskan warga Jepang yang ditangkap awal bulan ini dengan dakwaan melakukan aksi spionase.

Kantor berita resmi Korut dalam statemennya seraya membenarkan pembebasan warga Jepang yang ditangkap, "Tomoyuki Sugimoto", mengumumkan, petinggi Pyongyang berdasarkan prinsip kemanusiaan memaafkan kesalahan warga Jepang tersebut dan telah membebaskannya.

 

Media Jepang sebelumnya menyebut Tomoyuki Sugimoto sebagai kamerawan yang berkunjung ke Korea Utara bersama tur asing, namun ia didakwa Pyongyang melakukan rekaman dan spionase terhadap instalasi militer di Korea Utara.

 

Korut menyatakan bahwa Tomoyuki Sugimoto diinterogasi dengan dakwaan melakukan kejahatan yang melanggar undang-undang Korea Utara.

 

Sepertinya langkah Korut tersebut sebagai indikasi niat baik Pyongyang untuk memulihkan hubungannya dengan Jepang.

 

Setelah dimulainya dialog Korut-Korsel pada Februari lalu, petinggi Pyongyang dalam sebuah kebijakan untuk menyelesaikan tensi dengan sejumlah negara kawasan, juga mengagendakan penurunan friksi dengan Jepang.

 

Dalam perspektif Korut, strategi penyelesaian tensi dan konflik yang berkepanjangan dengan Korsel membutuhkan pengendalian variabel yang dapat memicu konflik di Semanajung Korea.

Jepang-Korut

 

Di list variabel yang berpengaruh pada penghapusan tensi di Semenanjung Korea adalah faktor trans-regional termasuk kebijakan provokatif Amerika yang cukup memainkan peran menentukan dalam kasus ini.

 

Dalam hal ini petinggi Pyongyang menuntut dihentikannya latihan militer bersama AS dan Korsel serta negara kawasan lain seperti Jepang di Asia Timur.

 

Selain itu, pemimpin Korut meyakini bahwa hanya mengandalkan penyelesaian tensi dengan Korsel untuk menerapkan stabilitas di kawasan masih belum cukup dan konflik di hubungan Pyongyang dan Tokyo juga harus diselesaikan sehingga tensi di antara keduanya secara bertahap akan mereda.

 

Dalam hal ini telah digambarkan oleh Korea Utara bahwa langkah Amerika menabuh genderang ketakutan terhadap Pyongyang di kawasan termasuk bagi Jepang merupakan penghalang utama bagi proses yang diharapkan Korut untuk mereduksi tensi dengan Tokyo.

 

Gedung Putih berupaya melanjutkan kebijakannya mencitrakan Korut sebagai ancaman bagi negara-negara kawasan demi mensukseskan penjualan senjata dan peralatan logistik perang kepada mereka.

 

Di kondisi seperti ini, Korea Utara selain mengambil sikap transparan terkait isu penyelesaian tensi dengan Jepang, dengan membebaskan salah satu warga Jepang yang didakwa melakukan spionase di Korut, ingin menunjukkan niat baiknya guna memulai dialog Pyongyang dengan Tokyo untuk mengurangi tensi dan konflik.

 

Sementara Jepang saat mereaksi strategi Korut masih menunjukkan sikap ragu berbeda dengan Korsel. Tokyo masih memandang ragu proses dialog Pyongyang dengan Seoul dan Washington serta berulang kali menekankan dilanjutkannya sanksi anti Korut hingga dihentikannya program rudal dan nuklir negara ini.

 

Air Ching Ying, pengamat politik mengatakan, berbagai negara termasuk Jepang selain memperhatikan kepentingan keamanannya juga harus menghormati kekhawatiran keamanan negara lain dan perluasan kerja sama militer antara Jepang dan Amerika jangan sampai merugikan kepentingan pihak ketiga, perdamaian dan stabiltias di kawasan.

 

Korut berharap Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional dan memahami secara detail kondisi kawasan, bersedia mempersiapkan peluang untuk mereduksi tensi di hubungan kedua negara. (MF)