Trump Senin akan Jatuhkan Sanksi baru terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i71280-trump_senin_akan_jatuhkan_sanksi_baru_terhadap_iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington hari Senin (24/06) akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Republik Islam Iran.
(last modified 2026-03-21T16:30:18+00:00 )
Jun 23, 2019 12:00 Asia/Jakarta
  • Trump dan saksi anti Iran
    Trump dan saksi anti Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington hari Senin (24/06) akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Republik Islam Iran.

Seperti dilaporkan FNA, Donald Trump Sabtu sore (22/06) di akun twitternya mengklaim sanksi baru ini akan mempersulit Iran menggapai senjata nuklir.

 

Trump hari Sabtu juga mengklaim bahwa Washington tengah menerapkan sanksi lebih besar terhadap Iran untuk mencegah Tehran menggapai senjata pemusnah massal.

Sanksi anti Iran

Statemen menggelikan Trump ini dirilis ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini dalam 15 laporannya membenarkan status damai program nuklir Iran dan juga membenarkan kepatuhan Tehran di JCPOA.

 

Amerika setelah keluar dari kesepakatan nuklir melancarkan kampanye besar-besaran anti Iran dan menerapkan represi maksimum terhadap Tehran.

 

Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA keluar dari kesepakatan nuklir ini dan kembali menerapkan sanksi ilegal terhadap Tehran.

 

Langkah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri dan di tingkat internasioal.

 

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei 9 Januari lalu saat bertemu dengan ribuan warga kota Qom menjelaskan, Amerika dengan bangga mengatakan bahwa sanksi saat ini terhadap bangsa Iran belum pernah terjadi dalam sejarah, namun bangsa Iran Insyaallah akan mengalahkan mereka dengan telak dan belum pernah tercatat dalam sejarah mereka.

 

Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota utama front muqawama memainkan peran signifikan dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS, Zionis dan Saudi di kawasan. (MF)