Di Hari Bastille, Warga Perancis Dikejutkan "Tentara Terbang"
Perancis memperingati Hari Bastille (Hari Nasional) di Paris dengan memamerkan kekuatan dan inovasi militer pada Minggu, 14 Juli 2019.
Salah satu yang dipamerkan dalam parade militer itu adalah sebuah papan luncur terbang bernama Flyboard, yang dikendarai oleh seorang tentara Perancis.
Flyboard ini dilengkapi dengan mesin sehingga pengendara hanya mengendalikan laju alat itu.
Dalam parade tersebut, papan itu dikendarai oleh mantan juara jet ski Franky Zapata di atas Champs Elysees.
Anggota militer cadangan Perancis ini melakukan aksinya dengan menenteng senjata laras panjang di depan para penonton parade, termasuk Presiden Emmanuel Macron dan para pemimpin negara Eropa lainnya.
Aksi Zapata membuat kagum seluruh warga lokal dan wisatawan yang hadir untuk menyaksikan parade militer di Paris itu.
Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly mengatakan, papan yang kecepatannya mencapai 190 km/jam itu bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan.
"Memungkinkan tes untuk berbagai jenis kegunaan, misalnya platform untuk logistik terbang, atau sebagai platform penyerangan," kata Parly, dikutip The Guardian.
Menurut Zapata, yang juga penemu alat ini, flyboard yang digunakannya mampu lepas landas secara vertikal. Di udara, kecepatannya bisa mencapai 190 kilometer/jam dengan waktu terbang 10 menit dalam kondisi tangki bahan bakar penuh.
Disebutkan bahwa alat tersebut juga mampu terbang setinggi 2000 meter.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan para pemimpin Uni Eropa hingga Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, mengangguk setuju ketika Zapata disebut sebagai "James Bond".
Militer Amerika Serikat juga menginginkan teknologi tersebut, namun teknologi ini masih dikuasai Perancis. Bahkan AS pernah berusaha untuk membeli Zapata, namun Kementerian Pertahanan Perancis belum menyetujuinya.
Hari Bastille adalah sebutan lain bagi Hari Nasional Perancis yang diperingati setiap tanggal 14 Juli. Bastille diambil dari nama benteng sekaligus penjara yang diserbu oleh sekelompok milisi pada 14 Juli 1789. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal dimulainya Revolusi Perancis. (RA)