Warga AS Khawatirkan Peningkatan Serangan Terorisme
-
Jutaan warga Iran hadiri acara tasyi\' jenazah Syahid Soleimani di Tehran.
Setengah dari warga Amerika menilai tindakan membunuh Komandan Pasukan Quds Iran, Letnan Jenderal Qasem Soleimani, telah meningkatkan risiko serangan terorisme.
Seperti dikutip laman Farsnews, Rabu (29/1/2020), dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar The Washington Post dan televisi ABC News, hampir setengah dari responden percaya bahwa tindakan AS meneror Letjen Soleimani telah meningkatkan risiko perang.
48 persen responden mengatakan tindakan Trump terhadap Iran telah meningkatkan risiko terorisme terhadap warga Amerika, sementara hanya 14 persen berpendapat bahwa tindakan itu telah mengurangi risiko serangan terorisme.
Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak pada 3 Januari lalu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) pada 8 Januari, membalas tindakan terorisme AS dengan melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak.
Departemen Pertahanan AS dalam pernyataan terbaru mengumumkan bahwa 50 tentara Amerika mengalami cidera otak traumatis akibat serangan rudal Iran. (RM)