Rusia Kecam Kemunafikan AS soal Perang Kontraterorisme
-
Kelompok teroris Front al-Nusra di Idlib, Suriah.
Kementerian Pertahanan Rusia mengecam penilaian Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tentang operasi militer Rusia di Provinsi Idlib, Suriah dan menyebutnya sebagai sikap munafik.
Seperti dilaporkan Sputniknews, Pompeo pada Selasa lalu menyebut operasi menumpas teroris di Idlib, melanggar gencatan senjata dan merupakan serangan besar-besaran terhadap "warga tak berdosa."
Pejabat Kemenhan Rusia, Igor Konashenkov pada hari Rabu (29/1/2020) mengatakan, "Pada pagi hari tanggal 29 Januari, pasukan pemerintah Suriah di dekat zona de-eskalasi konflik Idlib, telah menghancurkan atau merampas delapan tank "tidak berdosa", lebih dari 15 kendaraan tempur infanteri "tidak berdosa", 49 gerbong yang berisi senjata kaliber besar "tidak berdosa", dan delapan kendaraan tempur teroris "tidak berdosa."
Konashenkov juga menyesalkan fakta bahwa Departemen Luar Negeri AS tidak pernah mendukung perjuangan aktif Rusia melawan terorisme internasional.
"Departemen Luar Negeri AS menyuarakan keprihatinannya tentang penderitaan warga sipil hanya ketika teroris mengalami kekalahan telak, dan warga Suriah dibebaskan," ungkap Konashenkov.
"AS juga mengeluarkan tweet kemunafikan serupa ketika kota-kota di Suriah seperti Aleppo, Palmyra, Hama, Homs, Douma, Daraa, Suwayda, Quneitra, dan Deir ez-Zor dibebaskan dari tangan teroris," ujarnya.
Kelompok teroris dukungan AS, Front al-Nusra melanggar kesepakatan gencatan senjata di Provinsi Idlib dan terus melakukan serangan terhadap pasukan Suriah. (RM)