Jun 08, 2016 05:20 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 8 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Fathu Makkah, Pembebasan Kota Mekah

 

1429 tahun yang lalu, tanggal 2 Ramadhan 8 Hq, terjadi fathu Makkah atau pembebasan kota Mekah menurut sebagian riwayat.

 

Sebagian sejarawan menyebutkan terjadinya Gazwah al-Fath atau Fathu Makkah oleh Rasulullah Saw dan para sahabat pada tanggal 2 Ramadhan, sementara yang lain ada yang menyebut 13 dan 20 Ramadhan. Kemungkinan pada tanggal 2 Ramadhan merupakan persiapan perang dan pada 13 Ramadhan kota Mekah dibebaskan.

 

Penyebab terjadinya Fathu Makkah kembali pada sikap Kafir Quraisy yang melanggar syarat-syarat dari perjanjaian Hudaibiyah. Ketika itu ada seseorang dari kabilah Bani Bakr yang menjadi pendukung Quraisy membaca sebuah syair yang mengejek Rasulullah Saw. Pada waktu itu seorang dari Bani Khuza'ah, pendukung Muslimin mendengar syair itu dan berusaha mencegah pria dari Bani Bakr itu, tapi tidak berhasil. Akhirnya mereka saling baku hantam yang menyeret kabilah keduanya dalam kondlik.

 

Berita ini akhirnya sampai kepada Rasulullah Saw. Beliau berkata, "Bila saya tidak membela Khuza'ah, maka saya tidak mendapatkan kabar kemenangan."

 

Oleh karena itu, beliau segera meminta agar pasukan segera dibentuk dan mengirim utusan kepada musuh. Beliau kemudian berkata, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt, maka hendaknya hadir di Madinah pada awal Ramadhan. Setiap orang muslim yang berada di Madinah telah siap berperang dan dipersanjatai.

 

Akhirnya waktu yang telah ditentukan tiba dan kota Mekah dibebaskan oleh umat Islam. Sejak saat itu, Islam kokoh dan menyebar ke seluruh dunia.

 

Zionis Serang USS Liberty

 

49 tahun yang lalu, tanggal 8 Juni 1967, dalam Perang Enam Hari Arab-Israel, pesawat tempur Israel menggempur kapal milik AS, USS Liberty yang saat itu tengah berada di zona laut internasional, di luar jalur Gaza.

 

Tentara Zionis berupaya untuk menenggelamkan kapal itu, namun atas perlawanan gigih tentara AS, tentara Israel akhirnya mundur dan kapal Liberty berhasil mencapai pelabuhan yang aman. Penyerangan yang terjadi di siang bolong terhadap kapal yang jelas-jelas mengibarkan bendera AS itu, menewaskan 35 tentara AS dan 170 lainnya luka-luka.

 

Tujuan Israel dalam penyerangan ini adalah untuk mengkambinghitamkan Mesir, yaitu agar Mesir dituduh sebagai pelaku serangan tersebut. Namun saksi-saksi mata dengan jelas melihat bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pesawat tempur Zionis. Akhirnya, Israel meminta maaf dan menawarkan ganti rugi sekitar 7 juta dolar. Namun, penyelidikan resmi atas serangan ini sampai sekarang tidak pernah dilakukan oleh pemerintah AS yang memang selalu menjadi pelindung rezim Zionis itu.

 

Ayatullah Mohammad Hassan, Saudara Allamah Thabathabai Wafat

 

48 tahun yang lalu, tanggal 19 Khordad 1347 Hs, Ayatullah Mohammad Hassan meninggal dunia dalam usia 60 tahun dan dimakamkan di kota Qom.

 

Ayatullah Sayid Mohammad Hassan Ilahi Thabathabai, saudara Allamah Thathabai, penulis tafsir al-Mizan lahir di kota Tabriz pada 1287 Hs. Sejak kecil beliau telah kehilangan kedua orang tuanya dan bersama saudaranya berada di bawah asuhan orang yang diwasiatkan oleh ayahnya. Sayid Mohammad Hassan sejak kecil telah mempelajari pengantar sastra Persia dan Arab serta kaligrafi. Dan selama belajar di hauzah, beliau mendapat perhatian guru-guru besar, sehingga mencapai derajat keilmuan yagn tinggi.

 

Menginjak usia 18 tahun, beliau bersama saudaranya pergi ke Najaf dan selama 11 tahun belajar bersama guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Ali Qadhi Thabathabai, Sayid Hassan Badkoubeh, Mohammad Hossein Gharavi Esfahani, Mirza Naini, dan Sayid Abolhassan Esfahani di bidang irfan, filsafat, matematika, kedokteran, fiqih dan ushul fiqih.

 

Dua bersaudara ini akhirnya kembali ke Tabriz tahun 1314 Hs karena masalah ekonomi dan Sayid Mohammad Hassan mengajar filsafat di hauzah Tabriz. Di akhir usianya, beliau tinggal di qom, tapi kemudian kembali lagi ke Tabriz akibat penyakit janjut yang dideritanya.

 

Mossad Meneror Pejuang Palestina

 

24 tahun yang lalu, tanggal 8 Juni tahun 1992, Athif Besiso, seorang tokoh Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, menjadi korban serangan teror organisasi intelijen Zionis, Mossad.

 

Semula Mossad menyangkal keterlibatannya dalam aksi pembunuhan atas Athif Besiso yang terjadi di kota Paris itu. Namun, tujuh tahun kemudian, yaitu tahun 1999, kepolisian Perancis mengumumkan bahwa berdasarkan berbagai bukti yang ditemukan oleh pihaknya, pembunuhan atas Besiso direncanakan dan dilakukan oleh Mossad.