Lintasan Sejarah 10 Juni 2016
Hari ini, Jumat tanggal 10 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Romawi Menyerang Iran
1906 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni 110, setelah terjalinnya perdamaian selama lima puluh tahun antara dua imperium besar, Iran dan Romawi, atas perintah Kaisar Trajan, para tentara imperium ini menyerang Armenia, yang saat itu merupakan wilayah bagian barat laut milik Iran.
Setelah dua tahun berjuang mempertahankan wilayah itu, akhirnya tentara Iran terpaksa mundur. Raja Iran saat itu, yaitu Raja Khusrou dari Dinasti Ashkania dengan membangkitkan semangat rakyat Armenia untuk memihak Iran, akhirnya berhasil merebut kembali wilayah tersebut. Namun kini Armenia menjadi sebuah negara independen yang terpisah dari Iran.
Qadhi Said Ibnu Sana Al-Mulk Wafat
829 tahun yang lalu, tanggal 4 Ramadhan 608 Hq, Abul Qasim Hibatullah bin Ja'far yang dikenal dengan nama Qadhi Said Ibnu Sana Aa-Mulk, seorang penyair dan sastrawan terkenal Mesir meninggal dunia.
Qadhi Said Ibnu Sana al-Mulk yang dikenal dengan nama kakeknya, Ibnu Sana al-Mulk, terlahir di Kairo pada tahun 545 Hijriah dari kalangan keluarga yang taat beragama. Keilmuannya di bidang al-Quran dan Nahwu diperolehnya saat belajar dari para ulama di Kairo, sedangkan ilmu-ilmu lainnya ia peroleh dengan berguru kepada para ulama di Iskandariah.
Sejak masih muda, Ibnu Sana al-Mulk sudah menunjukkan minat dan bakatnya yang sangat besar kepada puisi dan sastra. Ia kemudian melahirkan sejumlah karya puisi yang di antaranya berkaitan dengan peristiwa gugurnya Imam Husein bin Ali as di padang Karbala.
Galileo Menemukan Cincin Planet Saturnus
406 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni 1610, ilmuwan Italia, Galileo Galilei dengan teleskop buatannya sendiri, berhasil melihat sesuatu benda yang mengelilingi planet Saturnus.
Dalam makalahnya, Galileo menulis, kemungkinan Saturnus memiliki semacam lengan yang secara periodik muncul, lalu kembali menghilang. Teka-teki ini akhirnya terjawab ketika astronomi Belanda, Christiaan Huygens dengan menggunakan teleskop yang lebih modern menemukan bahwa yang dilihat oleh Galileo tersebut adalah cincin yang mengelilingi planet Saturnus.
Hingga saat ini komposisi dari cincin Saturnus masih belum diketahui dengan pasti, namun yang jelas, mengandung banyak air. Adanya cincin yang mengelilingi Saturnus membuat planet ini menjadi planet terindah dalam sistem tata surya.
Inggris Menyerang Malaya
226 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni tahun 1790, tentara Inggris menyerang semenanjung Malaya yang saat itu berada di bawah pendudukan Belanda.
Sebelumnya, semenanjung Malaya, yang kini merupakan bagian dari negara Malaysia, telah dijajah dan dikuras kekayaan alamnya oleh Belanda. Secara bertahap, Inggris melakukan infiltrasi ke Malaya dan dengan melancarkan serangan militer, akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dari wilayah itu.
Pada tahun 1824, Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian, yang berisi penyerahan Malaya kepada Inggris dan sebaliknya, Inggris berjanji tidak mengutak-atik kolonialisasi Belanda atas Indonesia. Malaysia akhirnya merdeka pada tahun 1957, 12 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.
Tehran Mogok Total Peringati Sepekan 15 Khordad
53 tahun yang lalu, tanggal 21 Khordad 1342 Hs, warga Tehran melakukan aksi mogok total memeringati sepekan pembantaian 15 Khordad yang dilakukan rezim Pahlevi.
Pasca penahanan Imam Khomeini ra dan terjadinya kebangkitan berdarah 15 Khordad 1342 Hs, hauzah ilmiah Irak dan rakyat di kota-kota Iran memberikan dukungannya kepada Imam Khomeini ra dan menyatakan kebenciannya atas aksi kekerasan rezim Shah Pahlevi. Mereka semua menuntut segera pembebasan Imam Khomeini ra.
Melanjutkan aksi protes mereka, rakyat melakukan aksi mogok di seluruh Tehran pada 21 Khordad 1342 Hs, bertepatan sepekan setelah pembantaian 15 Khordad. Aksi yang membuat rezim Shah kebingungan untuk menindak mereka. Selain itu, berkumpulnya para ulama dan marji Qom dan Mashad serta dari kota-kota lainnya ke Tehran membuat rezim Shah akhirnya berusaha untuk menenangkan situasi. Rezim Shah secara simbolik membebaskan Imam Khomeini demi menenangkan kemarahan rakyat.
Perang Enam Hari Arab-Israel Berakhir
49 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni 1967, perang enam hari Arab-Israel berakhir dengan gencatan senjata yang dimediatori oleh PBB.
Dalam usahanya untuk memperluas wilayah, rezim Zionis menyerang Mesir. Mesir melawan serangan Zionis ini dengan dukungan Suriah, Yordania, Irak, Kuwait, dan Aljazair. Namun, hanya dalam dua hari sejak dimulainya perang, pasukan Israel berhasil merebut kota Yerusalem dari Yordania.
Menjelang berakhirnya pertempuran, pasukan Israel telah menduduki seluruh tanah Palestina, termasuk Jerusalem Timur, Jalur Gaza, dan Tepi Barat, Semenanjung Sinai milik Mesir, dan Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Dengan demikian, wilayah yang diduduki Israel telah bertambah hampir empat kali lipat dari wilayah yang semula diserahkan kepadanya dalam Rencana Pembagian PBB tahun 1947.