Lintasan Sejarah 12 Juni 2016
Hari ini, Ahad tanggal 12 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abu Ali Sallar Wafat
974 tahun yang lalu, tanggal 6 Ramadhan 463 Hijriah, Hamzah bin Abdullah Sallar, seorang ulama muslim abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia di kota Tabriz, barat daya Iran.
Hamzah bin Abdullah Sallar dijuluki dengan nama Abu Ali. Abu Ali merupakan salah satu murid terkenal dari Syeikh Mufid dan Sayid Murtadha Alamul Huda, dua ulama besar pada masa itu.
Karya Abu Ali Sallar yang paling terkenal adalah kitab berjudul "al-Marasim al-Alawiyah wal al-Ahkam an-Nabawiyah". Selain itu, dia juga menulis sepuluh jilid kitab fiqih berjudul "Jawami'ul Fiqih".
Abu Ya'la Ja'fari Meninggal Dunia
974 tahun yang lalu, tanggal 6 Ramadhan 463 Hijriah, Abu Ya'la Ja'fari, seorang ulama terkemuka abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia.
Abu Ya’la Ja’fari adalah seorang ahli di bidang fiqih dan teologi dan merupakan wakil dari Syekh Mufid. Beliau merupakan ulama yang sezaman dengan Syeikh Thusi.
Karya-karya penulisan beliau, di antaranya berjudul "Miladu Shahibiz Zaman" dan "at-Takmilah".
Chili Mulai Dijajah Spanyol
476 tahun yang lalu, tanggal 12 Juni 1540, Chili, sebuah negara yang terletak di pantai barat Amerika Selatan, mulai dijajah oleh Spanyol.
Orang Eropa pertama yang datang ke Chili adalah petualang Portugis, Ferdinand Magellan pada tahun 1520. Penduduk pribumi Chili adalah bangsa Indian Araucanian. Pada tahun 1535, setelah Spanyol menguasai Peru, mereka datang ke Chili untuk mencari tambang emas, namun tidak menemukan hasil.
Pada tahun 1540, Spanyol kembali ke Chilli dan mendirikan beberapa pemukiman di sana. Mereka mendapatkan perlawanan gigih dari bangsa Indian Araucanian yang terus berlangsung selama 100 tahun berikutnya.
Perkembangan negara koloni di Chili berjalan lambat karena tidak memiliki emas atau perak dan tidak ada penduduk pribumi yang mau menjadi buruh bangsa penjajah.Chili lebih banyak dijadikan lahan pertanian untuk menyuplai makanan bagi pemerintahan koloni Spanyol di Peru.
Chili akhirnya merdeka dari Spanyol tahun 1810.
Pejuang Filipina Memproklamasikan Kemerdekaan
118 tahun yang lalu, tanggal 12 Juni1898, dalam era perang Spanyol-AS, pejuang Filipina, Emilio Aguinaldo memproklamasikan kemerdekaan negaranya yang telah 300 tahun dijajah oleh Spanyol.
Hingga pertengahan Agustus tahun tersebut, pejuang Filipina dan tentara AS telah berhasil mengusir tentara Spanyol keluar dari Filipina. Namun ternyata AS dan Spanyol menandatangani perjanjian damai yang berisi penyerahan Filipina kepada AS dan sebaliknya, AS akan memberikan 20 juta dolar kepada Spanyol. Aguinaldo kemudian melancarkan perjuangan melawan penjajahan AS atas negaranya yang dihadapi AS dengan mengirimkan 60.000 tentara.
Perang terus berlanjut hingga tahun 1901 ketika tentara AS berhasil menangkap Aguinaldo. Pada tahun 1935 AS menyetujui didirikannya negara persemakmuran Filipina. Barulah pada tahun 1946 Republik Filipina berdiri dan meraih kemerdekaan penuh.
Imam Khomeini Perintah Dibentuknya Lembaga Revolusi Budaya
36 tahun yang lalu, tanggal 23 Khordad 1359 Hs, Imam Khomeini ra perintahkan dibentuknya Lembaga Revolusi Budaya Iran.
Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah dibentuknya lembaga Revolusi Budaya untuk menciptakan perubahan besar di universitas-universitas Iran. Di bagian dari pesannya itu, Imam meminta dari anggota lembaga ini untuk menyusun pelbagai jurusan dan garis-garis besar masa depan universitas berdasarkan budaya dan nilai-nilai Islam.
Tujuan asli pembentukan lembaga Revolusi Budaya ini adalah merekonstruksi sistem pendidikan tinggi negara dan menghapus budaya Barat dari wajah universitas Islam.
Sesuai dengan perintah Imam, para anggota lembaga ini terdiri dari para pakar dan dosen dari pelbagai bidang disiplin ilmu. Lembaga Revolusi Budaya ini kemudian berganti nama menjadi Dewan Tinggi Revolusi Budaya dan wewenangnya secara perlahan-lahan menjadi lebih luas, hingga mencakup upaya mengatur urusan budaya masyarakat di pelbagai bidang berdasarkan budaya Islam.