Lintasan Sejarah 21 Oktober 2016
Hari ini, Jumat tanggal 21 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Tawanan Karbala Digiring dari Kufah ke Syam
1377 tahun yang lalu, tanggal 19 Muharam 61 Hq, tawanan Karbala digiring dari Kufah ke Syam.
Pasca peristiwa pembantaian Karbala, Bani Umayya menggiring tawanan Ahlul Bait dengan tergesa-gesa ke Kufah. Setelah berhenti di Kufah dan Ubaidillah bin Ziyad memberikan laporan kepada Yazid bin Muawiyah, Yazid mengeluarkan perintah agar para tawanan segera digiring ke Syam, sekaligus mempersiapkan segalanya bagi perjalanan panjang ini.
Ubaidillah bin Ziyad memerintahkan Zajr bin Qais, Mahdh bin Abi Tsa'labah dan Syimr bin Dziljausyan memimpin lima ribu pasukan berkuda, tawanan dan kepala-kepala syuhada Karbala yang tertancap di tombak-tombak hingga ke Syam.
Pada tanggal 1 bulan Safar para tawanan sampai di Syam.
Hasan bin Buyeh Meninggal Dunia
1072 tahun yang lalu, tanggal 19 Muharam 366 Hq, Hasan bin Buyeh yang dikenal dengan gelar Ruknud Daulah, salah seorang penguasa dinasti Aali Buyehmeninggal dunia.
Ruknud Daulah berkuasa di wilayah selatan dan barat Iran. Ali Buyeh adalah dinasti yang berkuasa di Iran dan Irak sejak tahun 320 hijriah.
Banyak penguasa Ali Buyeh yang memberikan perhatian besar kepada perkembangan ilmu dan kebudayaan Islam. Hubungan dinasti ini dengan para ilmuan dan ulama tercatat dalam sejarah.
Alfred Nobel Lahir
183 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1833, Alfred Nobel, seorang ahli kimia dan pencipta dinamit asal Swedia, terlahir ke dunia.
Karena ketertarikannya yang mendalam dalam bidang kimia, dia banyak melakukan penelitian dan berhasil menciptakan dinamit. Berlawanan dengan harapan Nobel, pemerintahan berbagai negara malah menggunakan dinamit dalam peperangan dan menyebabkan pembunuhan massal umat manusia.
Nobel yang sangat kaya dan kecewa dengan penyalahgunaan hasil temuannya kemudian menyerahkan kekayaannya sebagai hadiah kepada orang-orang yang berjasa di bidang perdamaian, sastra, dan ilmu. Namun, lagi-lagi, berbeda dengan harapannya, hadiah Nobel dewasa ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik Barat.
Pemutusan Hubungan Diplomatik Inggris-Iran
64 tahun yang lalu, tanggal 30 Mehr 1331Hs, Dokter Hossein Fatimi, Menteri Luar Negeri Iran di masa pemerintahan Perdana Menteri Mosaddegh, mengumumkan pemutusan hubungan politik antara Iran dan Inggris.
Setelah disahkan oleh Kabinet, keputusan pemutusan hubungan itu diserahkan kepada Kuasa Usaha Inggris di Tehran.
Doktor Fatimi menyatakan bahwa alasan pemutusan hubungan Tehran-London ini dikarenakan Inggris tidak memenuhi keinginan bangsa Iran yang menyangkut hak-hak Iran, di antaranya dalam masalah nasionalisasi kilang minyak. Ia juga mengingatkan pemerintah London agar mengubah sikap politiknya terhadap Tehran.
Paul Muller Meninggal
51 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1965, Paul Muller, seorang ahli kimia dan peneliti asal Swiss, meninggal dunia.
Paul Muller dilahirkan pada tahun 1899 di kota Olten, Swiss. Pada tahun 1925, dia meraih gelar doktornya dari Universitas Basle. Dia kemudian menggeluti karir di bidang penelitian mengenai perlindungan terhadap tanam-tanaman. Setelah melakukan penelitian selama bertahun-tahun, Muller berhasil menemukan zat DDT yang berfungsi untuk membasmi serangga.
Abu Ghazaleh Tewas Dibunuh MOSSAD
30 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1986, Brigader Jenderal Mundzer Abu Ghazaleh, komandan Angkatan Laut Palestina tewas dibunuh oleh agen rahasia Israel, Mossad.
Aksi terorisme Mossad ini dilakukan dengan meletakkan bom di mobil Abu Ghazaleh di Athena, Yunani.
Abu Ghazaleh adalah satu dari sekian banyak pejabat tinggi Palestina yang gugur syahid akibat aksi terorisme negara yang dijalankan oleh Israel dan mendapatkan dukungan penuh dari AS.