Lintasan Sejarah 27 Januari 2017
Hari ini, Jumat tanggal 27 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Arabi Wafat
800 tahun yang lalu, tanggal 28 Rabiul Tsani 638 HQ, Abu Bakar Muhyiddin Muhammad yang dikenal dengan sebutan Ibnu Arabi, sufi dan ulama terkenal muslim meninggal dunia di kota Damaskus.
Ibnu Arabi lahir pada tahun 560 hijriyah di Andalusia atau Spanyol. Selain giat menimba ilmu, Ibnu Arabi tekun menjalani kehidupan ruhaninya, sehingga beliau dikenal sebagai seorang arif dan sufi besar.
Dalam berbagai perjalanannya ke sejumlah negeri Islam seperti Tunisia, Mekah, Baghdad dan Halab, Ihnu Arabi mendapat sambutan yang hangat dan penghormatan dari masyarakat dan ulama.
Banyak karya penulisan yang ditinggalkannya. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Arabi menulis lebih dari 500 makalah dan buku, yang salah satunya adalah kitab tafsir al-Kabir yang terdiri atas beberapa jilid. Kitab beliau yang paling terkenal adalah Fushul al-Hikam yang mengungkap pandangan dan pemikiran irfani dan sufistik ulama besar ini.
Aspirin Diproduksi
185 tahun yang lalu, tanggal 27 Januari tahun 1832, seorang kimiawan Jerman bernama Felix Hoffman berhasil menciptakan obat pereda sakit dan demam.
Obat serupa pernah dibuat oleh Hippocrates, seorang tabib Yunani kuno, pada tahun 400 sebelum Masehi, dengan menngunakan daun dan kulit pohon willow yang mengandung zat salicin.
Pada tahun 1832, Hoffman membuat formula dari zat acetylsalicylic acid yang setara dengan salicin untuk meredakan penyakit rematik ayahnya. Pada tahun 1899, ia mendistribusikan obat buatannya yang diberi nama Aspirin itu ke dokter-dokter. Aspirin dengan cepat menjadi obat yang paling populer di dunia dan dapat dibeli bebas tanpa resep dokter oleh masyarakat.
Adibul Mamalik Wafat
102 tahun yang lalu, tanggal 28 Rabiul Tsani 1336 HQ, Adibul Mamalik Farahani, penulis dan sastrawan terkemuka Iran meninggal dunia.
Sebagai penulis yang amat menyenangi profesinya, dia menerima tawaran sebagai penanggung jawab penerbitan surat kabar Adab, Majles, dan surat kabar Aftab.
Selain di bidang penulisan dan penerbitan, Adibul Mamalik juga aktif di dunia politik. Dia bergabung dalam kelompok para pejuang gerakan Revolusi Konstitusional. Syair-syair Adibul Mamalik lebih banyak menceritakan kehidupan sosial dan aktifitas politiknya.
Ulama Iran Protes Aksi Pemerintah Cegah Kedatangan Imam Khomeini
38 tahun yang lalu, tanggal 8 Bahman 1357 HS, ulama Iran protes aksi pemberintah cegah kedatangan Imam Khomeini ra.
Menyusul aksi protes atas aksi pemerintah Bakhtiar mencegah kedatangan Imam Khomeini ra ke Iran, pada 8 Bahman 1357 HS, sekitar 40 ulama pejuang melakukan aksi mogok di masjid Universitas Tehran. Mereka hanya bersedia mengakhiri aksi mogoknya bila Imam Khomeini ra diperbolehkan kembali ke Iran.
Ayatullah Sayid Mohammd Hossein Beheshti, Morteza Motahhari, Ataollah Ashrafi Esfahani, Sayid Mahmoud Taleghani, Mohammad Javad Bahonar, Sayid Ali Khamenei, Akbar Hashemi Rafsanjani, Mohammad Emami Kashanai, Mohammad Yazdi, Ali Mishkini, Mohammad Sadouqi dan lain-lainnya termasuk dari mereka yang melakukan aksi mogok.
Aksi mogok itu mendapat sambutan luar biasa rakyat dan para marja taklid. Akhirnya, setelah melihat kondisi yang muncul, pemerintah Bakhtiari terpaksa mengakhiri usahanya menutup bandara.
Konferensi Pertama Forum Internasional Ahlul Bait di Tehran
23 tahun yang lalu, tanggal 8 Bahman 1372 HS, untuk pertama kalinya Forum Internasional Ahlul Bait menyelenggarakan pertemuan majelis umum pertama di kotaTehran.
Pada 31 Ordibehesht 1369 HS, diselenggarakan pertemuan para pengikut Ahlul Bait di seluruh dunia. Lebih dari 300 tokoh, ilmuwan, ulama dan cendekiawan mengikuti konferensi ini. Di akhir konferensi, para peserta meminta Ayatullah Sayid Ali Khamenei membentuk sebuah pusat bernama Forum Internasional Ahlul Bait yang kemudian permintaan ini disetujui.
Sesuai dengan Anggaran Dasar Forum Internasional Ahlul Bait, setiap 4 tahun akan dilakukan konferensi internasional yang dihadiri para anggota majelis umum yang terdiri dari tokoh dan ulama dunia Islam pengikuti Ahlul Bait. Sesuai dengan itu, untuk pertama kalinya diadakan pertemuan majelis umum Forum Internasional Ahlul Bait di Tehran pada 8 Bahman 1372 HS.
Sidang itu dihadiri 330 anggota majelis umum dari 61 negara dan menetapkan sejumlah keputusan guna memperbaiki kondisi budaya, sosial, akhlak dan hukum umat Islam.