Jan 30, 2017 08:14 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 30 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Sharafuddin Kashani Lahir

 

979 tahun yang lalu, tanggal 1 Jumadil Awal 459 HQ, Sharafuddin Khalid Fini Kashani, seorang sastrawan dan penyair terkenal Iran, terlahir ke dunia.

 

Fini Kashani mengabdi kepada seorang pejabat besar era Dinasti Saljuk bernama Nizhamul Mulk. Namun, setelah terbunuhnya Nizhamul Mulk, Kashani mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi ke Basrah, Irak.

 

Di kota itu, Fini Kashani mengabdikan umurnya untuk menelaah ilmu-ilmu dan menulis berbagai buku. Di antara karya Fini Kashani adalah biografi dirinya sendiri di masa kerjanya dalam pemerintahan Dinasti Saljuk.

 

Edward Bransfield Menemukan Benua Antartika

 

197 tahun yang lalu, tanggal 30 Januari 1820, Edward Bransfield menemukan benua Antartika.

 

Edward Bransfield lahir di Ballinacurra, County Cork, Irlandia pada 1785 dan meninggal pada 1852 adalah seorang pelaut dan navigator dalam Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya yang sering dianggap sebagai penemu benua Antartika.

 

Ia masuk angkatan laut pada usia 18 tahun. Bransfield kemudian mengambil bagian dalam Pengeboman Aljir pada tahun 1817 dan lalu ditugaskan di Chili. Setelah Kepulauan South Shetland ditemukan pada 1819 oleh William Smith, atasan Bransfield mengutus Bransfield dan Smith untuk menyelidiki lebih lanjut pulau-pulau yang baru ditemukan tersebut. Mereka kemudian menemukan Pulau King George dan pada 30 Januari 1820, menemukan Semenanjung Trinity, titik daratan Antartika yang paling utara.

 

Setelah Trinity, Bransfield kemudian menemukan Pulau Elephant dan Pulau Clarence. Saat kembali ke Chili dan menyampaikan hasil perjalanannya ke atasannya, pihak kerajaan Britania Raya ternyata tidak begitu tertarik dengan penemuan tersebut dan catatan harian Bransfield kini sudah hilang. Hanya peta-peta lautnya yang tersisa.

 

Bransfield melalui sisa hidupnya tanpa pernah dikenal luas masyarakat meskipun telah melakukan penemuan penting. Ia meninggal dunia pada 1852 dan dikubur di Brighton, Inggris.

 

Mirza Shirazi Fatwa Pengharaman Tembakau

 

129 tahun yang lalu, tanggal 1 Jumadil Awal 1309 HQ, Ayatullah Mirza Shirazi mengeluarkan fatwa pengharaman tembakau.

 

Semua bermula ketika di masa Qajar menerapkan monopoli dalam perdagangan tembakau. Raja Naseruddin Shah mendandatangani kontrak dengan Inggris yang memberikan hak monopoli perdagangan tembakau selama 55 tahun. Inggris bahkan diberikan hak mengawasi penanaman tembakau di negara ini.

 

Ketika masyarakat membandingkan kontrak ini dengan yang pernah dilakukan dengan pemerintahan Ottoman, mereka mendapatkan keuntungan sangat kecil dari kontrak ini, sehingga mulai melakukan demonstrasi. Aksi protes semakin meluas ketika ulama Tehran seperti Haj Mirza Hassan Ashtiyani ikut dalam aksi tersebut.

 

Akhirnya Mirza Bozourgh Shirazi mengeluarkan fatwa historis yang menjadi solusi atas apa yang terjadi di Iran. Beliau mengharamkan penggunaan tembakau dalam bentuk apapun dan menyebut siapa saja yang melakukannya berarti memerangi Imam Mahdi af.

 

Pasca dikeluarkannya fatwa tersebut, rakyat langsung menghancurkan apa saja yang ada hubungannya dengan tembakau dan membakar gudang tembakau mereka. Dampak fatwa ini sedemikian luasnya, sehingga di dalam istana pun tidak ada yang berani menggunakan tembakau. Hal ini memaksa Naseruddin Shah membatalkan kontrak tersebut dan harus membayar sejumlah kerugian kepada Inggris.

 

Jelang Kedatangan Imam Khomeini ra, Eksodus Warga AS dari Iran
 

38 tahun yang lalu, tanggal 11 Bahman 1357 HS, warga Amerika eksodus dari Iran menjelang kedatangan Imam Khomeini ra.


Menyusul semakin menguatnya sentimen anti Amerika dan khawatir akan munculnya aksi kekerasan dan perusakan ketika Imam Khomeini ra tiba di Iran, pada 11 Bahman 1357 HS (31 Januari 1979) pemerintah Amerika memerintahkan para pejabat negaranya di Iran yang tidak memiliki tugas penting agar segera keluar dari Iran. Pemerintah AS juga meminta kepada warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara ini.

Selain khawatir akan munculnya kerusuhan, masalah kekurangan bahan bakar di rumah-rumah, memburuknya kondisi kehidupan dan terhentinya semua aktivitas perdagangan, termasuk penyebab keluarnya warga AS dari Iran. Mayoritas warga asing yang keluar dari Iran berasal dari Amerika dan Eropa.

Dalam proses keluarnya warga AS dari Iran, di hari-hari ini sekitar 10 ribu warga Amerika meninggalkan Iran diangkut sejumlah pesawat militer. Proses eksodus warga Amerika dari Iran berlanjut hingga tiga hari setelahnya dan sekitar 35 ribu warga AS yang mukim di Iran semuanya kembali ke negaranya.