Feb 04, 2017 07:28 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 4 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Abu Said Muhammad Meninggal Dunia

 

1024 tahun yang lalu, tanggal 6 Jumadil Awal 414 HQ, Abu Said Muhammad bin Abdul Jalil Sistani matematikawan muslim terkenal meninggal dunia.

 

Abu Said Muhammad merupakan seorang pakar dalam bidang matematika, geometri dan perbintangan. Dalam setiap bidang ilmu yang ia ketahui, Sistani akan menuliskannya dalam buku dan mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain.

 

Buku Jami' Shani yang berhubungan dengan matematika adalah salah satu karya ilmuan besar ini yang ditulis mengunakan nama samaran Ezdu-daulah Dailami.

Buku karya terkenalnya yang lain ialah Al Madkhal dalam bidang perbintangan, ad-Dalail fi Ahkam an-Nujum dan al-Ma'ani fil Ahkamin Fi an-Nujum.

 

Gyiast Suddin Meninggal Dunia

 

490 tahun yang lalu, tanggal 6 Jumadil Awal 948 HQ, Ghiyast Suddin Mansur, hakim dan matematikawan Iran meninggal dunia dan dikebumikan di Shiraz.

 

Gyiyast Suddin mendapat ilmu akli dan naqli dari ayahdan ulama-ulama lain saat itu. Atas perintah Shah Ismail Safavi, dia ditugaskan untuk memperbaiki observasium Maragheh. Dan pada masa pemerintahan Syah Tahmasb ia diangkat sebagai perdana menteri. Tetapi tidak lama kemudian, dia telah disingkirkan dari jabatannya.

 

Dia menghabiskan usianya dengan mengajar dan menulis buku. Diantara karya terpentingnya ialah Hujatul Kalam, Mashariq wa Mir'at dan Alhaqaiq.

 

Hamengkubuwana VII Lahir

 

178 tahun yang lalu, tanggal 4 Februari 1839 Raden Mas Murtejo dilahirkan. Ia naik takhta menggantikan ayahnya sejak tahun 1877.

 

Pada masa pemerintahan Hamengkubuwono VII, banyak didirikan pabrik gula di Yogyakarta, yang seluruhnya berjumlah 17 buah. Setiap pendirian pabrik memberikan peluang kepadanya untuk menerima dana sebesar Rp 200.000,00.

 

Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda. Pada tanggal 29 Januari 1920 Hamengkubuwono VII yang saat itu berusia lebih dari 80 tahun memutuskan untuk turun takhta dan mengangkat putra mahkota sebagai penggantinya.

 

Dekrit Pembentukan Pemerintahan Sementara Iran

 

38 tahun yang lalu, tanggal 16 Bahman 1357 HS, Imam Khomeini mengeluarkan surat perintah pembentukan pemerintahan Revolusi Islam Iran sementara.

 

Dalam surat perintah ini, Imam memaparkan tujuan dan program-program Revolusi Islam dan pemerintahan sementara diminta untuk berusaha mencapai tujuan-tujuan tersebut.

 

Tujuan utama pembentukan pemerintahan sementara itu adalah untuk melaksanakan referendum bagi penentuan sistem politik negara, pelaksanaan pemilu, pembentukan dewan penyusun undang-undang dasar dan pelaksanaan pemilihan anggota parlemen Islam pertama.

 

Sementara itu, rezim Shah memberlakukan situasi darurat militer dan sisa-sisa pendukung rezim ini mengadakan demonstrasi-demonstrasi menentang pembentukan pemerintahan Islam. Sebaliknya, sebagian besar rakyat Iran terus mengadakan demonstrasi besar-besaran di berbagai penjuru negeri menuntut dibubarkannya rezim Shah dan dibentuknya pemerintahan Islam.

 

Ali Akbar Kasmai, Penerjemah Iran Wafat

 

23 tahun yang lalu, tanggal 16 Bahman 1372 HS, Profesor Ali Akbar Kasmai, penerjemah Iran meninggal dunia dalam usia 73 tahun.

 

Profesor Ali Akbar Kasmai lahir pada 1299 HS di Tehran dan setelah menyelesaikan S1 jurusan ilmu-ilmu rasional dan teks, ia pergi ke Mesir untuk menambah pengalaman sebagai wartawan surat kabar.

 

Perjalanan ini merupakan satu kesempatan langka untuk bertemu dengan para pakar Mesir seperti Thaha Husein, Taufiq al-Hakim dan Abbas al-Aqqad. Sekembalinya Kasmai dari Mesir ke tanah kelahirannya, ia mulai beraktifitas di dunia wartawan dan sempat menjadi pimpinan redaksi sejumlah majalah. Kasmai kemudian bekerjasama dengan surat kabar Ettelaat selama 50 tahun.

 

Ali Akbar Kasmai menguasai bahasa Perancis, Inggris dan Arab. Selain menulis sejumlah buku dalam bahasa Persia, ia juga menerjemahkan buku-buku dari tiga bahasa ini ke bahasa Persia. Sebagian karya tulisnya adalah Eshgh Bozourg, Elal Shekast Alman va Jasous English dan terjemahan Golha-ye Vahshi dan Ahval va Asar Franklin.