Feb 10, 2017 05:06 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 10 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Abdullah Ar-Rasyathi, Sejarawan Islam Wafat

 

896 tahun yang lalu, tanggal 22 Jumadil Awal 542 HQ, Abdullah bin ali bin Abdullah bin Khalaf al-Lakhmi yang lebih dikenal dengan sebutan ar-Rasyathi meninggal dunia dalam usia 77 tahun.

 

Sebagian menyebut beliau dibunuh oleh musuh-musuhnya. Abdullah ar-Rasyathi lahir pada 465 Hq di Andalusia, Spanyol.

 

Beliau dikenal dengan penguasaannya yang luas akan ilmu Hadis dan Sejarah dan memiliki banyak karya tulis seperti al-‘Alam bima fi al-Mutalifi dan al-Mukhtalif ad-Dar al-Quthni min al-Ibham.

 

Ibnu Abdussalam Meninggal

 

778 tahun yang lalu, tanggal 22 Jumadil Awal 660 HQ, Ibnu Abdussalam, seorang ulama fiqih, hakim, dan khatib kaum muslimin Kairo, meninggal dunia.

 

Sebagian besar masa hidup Ibnu Abdussalam dilalui pada era Perang Salib. Ibnu Abdussalam terjun ke dunia politik dan menggerakkan perjuangan kaum muslimin agar tetap tegak melawan pasukan Kristen Roma.

 

Perjuangan politiknya di masa Perang Salib inilah yang membuat Ibnu Abdussalam terkenal. Ibnu Abdussalam juga meninggalkan beberapa karya penulisan, di antaranya berjudul Al-Fatawaa.

 

Sultan Baabullah, Sultan Ternate Lahir

 

489 tahun yang lalu, tanggal 10 Februari 1528, Sultan Baabullah lahir di Ternate, Maluku Utara.

 

Sultan Baabullah adalah sultan dan penguasa Kesultanan Ternate ke-24 yang berkuasa antara tahun 1570 – 1583. Ia merupakan sultan Ternate dan Maluku terbesar sepanjang sejarah yang berhasil mengalahkan Portugis dan mengantarkan Ternate ke puncak keemasan di akhir abad ke-16. Sultan Baabullah juga dijuluki sebagai penguasa 72 pulau berpenghuni yang meliputi pulau–pulau di nusantara bagian timur, Mindanao selatan dan kepulauan Marshall.

 

Sultan Baabullah memiliki panglima–panglima yang handal, diantaranya ; Raja Jailolo Katarabumi, salahakan (gubernur) Sulasalahakan Ambon Kapita Kalakinka, dan Kapita Rubuhongi. Menurut sumber Spanyol, dibawah panjinya Sultan Baabullah mampu mengerahkan 2000 kora–kora dan 120.000 prajurit.

 

Perjanjian Damai PD II Ditandatangani

70 tahun yang lalu, tanggal 10 Februari tahun 1947, ditandatangani perjanjian damai di antara negara-negara yang tergabung dalam blok Sekutu dan Axis dalam Perang Dunia Kedua.

 

Penandatangan perjanjian damai itu adalah negara-negara pemenang perang, yaitu Amerika, Rusia, Inggris, dan Perancis, serta negara-negara yang kalah perang, yaitu Italia, Finlandia, Polandia, Hongaria, Rumania, dan Bulgaria.

 

Ayatullah Sheikh Hossein Najafi Ahari Wafat

 

50 tahun yang lalu, tanggal 22 Bahman 1345 HS, Ayatullah Sheikh Hossein Najafi Ahari meninggal dunia dalam usia 101 tahun dan dimakamkan di kota Qom.

 

Ayatullah Najafi Ahari lahir di kota Ahar dan setelah belajar al-Quran dan pengantar ilmu-ilmu agama, beliau pergi ke Tabriz untu menuntut ilmu agama lebih tinggi. Beliau tinggal selama 9 tahun di sana dan setelah itu pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak. Selama 35 tahun belajar di Irak, Ayatullah Najafi Ahari menimba ilmu kepada sejumlah guru besar seperti Sayid Mohammad Kazem Yazdi.

 

Ketika Imam Khomeini ra di tangkap pasca peristiwa 15 Khordad 1342 HS, beliau bersama ulama Tehran dan kota-kota lainnya berangkat menuju kota Rey dan menuntut pembebasan Imam Khomeini.

 

Ayatullah Najafi Ahari meninggalkan banyak karya tulis seperti Syarh Rasail, Syarh Makasib, Syajarah Thuba dan buku yang mengritisi aliran Bahai. Selama berada di Mashad, beliau sempat menulis buku Hadiqah al-Ahbab yang diakui oleh marji terbesar waktu itu Ayatullah Sayid Abolhassan Isfahani.

 

Kemenangan Revolusi Islam Iran

 

38 tahun yang lalu, tanggal 22 Bahman 1357 HS (11 Februari 1979), sepuluh hari setelah kembalinya Imam Khomeini dari pengasingan beliau di Paris, akhirnya Revolusi Islam Iran berhasil meraih kemenangannya.

 

Pada hari ini, kendali pemerintahan Iran secara penuh berhasil diambil alih oleh Imam Khomeini. Perdana Menteri rezim Shah, Shapour Bakhtiar melarikan diri ke luar negeri dan militer Iran menyatakan diri bergabung dengan rakyat dan revolusi.

 

Pada hari itu, radio dan televisi Iran yang telah diambil alih oleh kekuatan revolusi, untuk pertama kalinya mengudara dengan membawa pesan-pesan revolusi. Dengan demikian, berakhirlah masa kepemimpinan raja-raja Iran yang tiran dan despotik, yang telah berlangsung selama 2500 tahun.