Feb 25, 2017 07:27 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 24 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ayatullah Mirza Husein Naini Lahir

 

161 tahun yang lalu, tanggal 26 Jumadil Awal 1277 HQ, Ayatullah Mirza Naini lahir di kota Nain, Iran.

 

Ayatullah Mirza Naini menempu pendidikan dasarnya ditempuh di tempat kelahirannya. Beliau kemudian berhijrah ke Isfahan ketika berusia 17 tahun dan di tahun 1303 Hijriah beliau melanjutkan pendidikannya ke Irak. Setibanya di Irak, Ayatullah Mirza Naini terlebih dahulu berziarah ke makam Imam Ali dan kemudian menuju kota Samara untuk berguru kepada Ayatullah Mirza Muhamad Hasan Shirazi.

 

Selanjutnya beliau juga mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh ayatullah besar lainnya seperti Ayatullah Sayid Muhamad Tabatabai Fasharki dan Ayatullah Sayid Ismail Sadr. Di Najaf beliau juga menghadiri pelajaran Ayatullah Mulla Husein Quli Hamadani. Selanjutnya selain mengajar, Ayatullah Mirza Husein Naini juga aktif menghadiri pelajaran yang disampaikan oleh Akhond Khorasani dan menjadi orang kepercayaannya.

 

Ayatullah Mirza Husein Naini yang mencapai derajat tinggi keilmuan, spiritual dan politik berhasil mendidik murid-murid yang menonjol yang juga meraih gelar mujtahid seperti Sayid Husein Tabatabai, Sayid Jamaluddin Golpaygani, Sayid Muhamad Hujjat Kuh Kamareh-i, Sayid Muhamad Hadi Milani, Sheikh Muhamad Taqi Amoli, Sayid Abul Qasim Khui, Allamah Tabatabi, Mirza Hashim Amoli dan puluhan lainnya.

 

Ayatullah Husein Naini juga aktif di kancah politik dan terbukti aktivitas beliau di Revolusi Konstitusi Iran. Di era Revolusi Konstitusi, Ayatullah Naini menulis sebuah buku berbahasa Persia dengan judulTanbihul Ummah. Buku ini mendapat dukungan penuh Ayatullah Mazandarani dan Ayatullah Akhond Khorasani. Buku ini membahas berbagai bentuk kezaliman pemerintah despotik serta kewajiban ulama serta para fakih terhadap agama dan kondisi Iran di era pemerintahan kerajaan Qajar.

 

Ulama Syiah yang mengabdikan hidupnya ini untuk mendidik umat dan membimbing mereka akhirnya menutup mata di usia 78 tahun pada. Beliau dikebumikan di Najaf di komplek pemakaman Imam Ali bin Abi Talib as.

 

Ayatullah Mir Mohammad Hossein Shahrastani Wafat

 

120 tahun yang lalu, tanggal 6 Isfand 1275 HS, Ayatullah Sayid Dhiya ad-Din Mir Mohammad Hossein bin Mir Mohammad Ali Shahrastani meninggal dunia dalam usia 57 tahun.

 

Ayatullah Shahrastani lahir di Kermanshah sekitar tahun 1218 HS dari keluarga ulama dan dari keturunan Marashi Mazandarani yang nasabnya bersambung kepada Imam Sajjad as.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan lanjutan ilmu-ilmu keislaman, beliau mengikuti kuliah Sheikh Mohammad Hossein Ardekani di bidang fiqih dan ushul fiqih. Bertahun-tahun menimba ilmu kepada gurunya menyampaikannya kepada derajat ijtihad. Ayatullah Shahrastani juga menuntut ilmu astronomi kepada Mirza Bagher Yazdi dan matematika kepada Mirza Allam Haravi Hairi.

 

Ketika berusia 50 tahun, Ayatullah Shahrastani berziarah ke Mashad dan ketika kembali ke Tehran, beliau disambut masyarakat dan memintanya untuk mengajar di sebuah madrasah kota ini. Tapi tidak berapa lama beliau kembali ke Karbala untuk mengajar di sana, sekaligus menjadi marji tertinggi Syiah.

 

Beliau telah mulai menulis buku sejak usia 12 tahun dan hingga akhirnya sempat menghasilkan sekitar 80 karya tulis seperti al-Istishab, Asl al-Ushul, Tahqiq al-Adillah, Tadzkirah an-Nafs, Lubab al-Ijtihad dan lain-lain.

 

Juan Peron terpilih Sebagai Presiden Argentina

 

71 tahun yang lalu, tanggal 24 Februari 1946, Juan Domingo Peron terpilih sebagai Presiden Argentina.

 

Peron adalah tokoh kontroversial Argentina. Pada tahun 1943, sebagai tentara, ia bergabung dalam kudeta menggulingkan pemerintahan saat itu. Pada tahun 1944 ia diangkat sebagai wakil presiden dan menteri pertahanan. Setahun kemudian, dia digulingkan dari jabatannya dan dipenjarakan. Namun, atas desakan para buruh dan pekerja yang mendukungnya, Peron segera dibebaskan kembali. 

 

Dia pun kemudian menikahi seorang wanita bernama Eva Duarte yang terkenal dengan nama Evita  Peron. Evita Peron adalah pendukung dan penasehat politik utama Juan Peron ketika pada tahun 1946 ia terpilih sebagai presiden. Sebagai presiden, awalnya  Juan Peron mendapatkan dukungan besar. Namun kemudian ia berubah menjadi otoriter dan melakukan tekanan kepada oposan dan media massa.

 

Pada tahun 1952, Evita Peron meninggal dan barisan pendukung Peron pun mulai pecah. Tiga tahun kemudian Juan Peron dikudeta dan ia hidup di luar negeri selam18 tahun. Pada tahun 1973, Juan Peron kembali ke Argentina dan kembali menang dalam pemilu kepresidenan.