Lintasan Sejarah 8 Maret 2017
Hari ini, Rabu tanggal 8 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Farah Ashbili Wafat
739 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Tsani 699 HQ, Ibnu Farah Ashbili, sastrawan dan ahli hadits terkenal abad 7 hijriah meninggal dunia.
Ibnu Farah dilahirkan di Ashbiliah, sebuah desa di kawasan bernama Andalusia, Spanyol selatan. Saat tentara Spanyol menyerang Ashibiliah, Ibnu Farah termasuk di antara warga Ashbili yang ditawan. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, Ibnu Farah berhasil melarikan diri dan pergi ke Kairo, Mesir.
Di kota pusat ilmu itu, Ibnu Farah mempelajari ilmu-ilmu agama dari sejumlah ulama terkenal saat itu. Kemudian, Ibu Farah hijrah ke Damaskus, Suriah untuk melanjutkan studinya. Setelah selesai menamatkan pelajarannya, Ibnu Farah menetap di Damaskus dan mengajar ilmu hadits di kota itu.
Ibnu Farah meninggalkan karya tulis yang sangat berharga buat kaum muslimin berupa kumpulan penjelasan atas hadits-hadits Nabi. Karya tulisnya ini juga dikenal memiliki nilai sastra yang sangat tinggi.
Sayid Jamaluddin Al-Afghani Gugur
120 tahun yang lalu, tanggal 8 Maret tahun 1897, Sayid Jamaluddin Asad Abadi al-Afghani, seorang ruhaniwan dan pejuang dalam melawan imperialisme di negara-negara muslim, gugur syahid.
Sayid Jamaluddin dilahirkan di Hamedan, Iran barat dan menuntut ilmu-ilmu agama, filsafat, astronomi, dan sejarah, serta menguasai bahasa Arab, Perancis dan Rusia.
Sejak usia 18 tahun, beliau melakukan perjalanan ke berbagai negara. Di Paris, Sayyid Jamaluddin menerbitkan koran Urwatul Wutsqa dan di London, beliau menerbitkan harian Dhiyaul Khafiqin yang aktif menyerukan kebangkitan umat muslim sedunia.
Akibatnya, Sayid Jamaluddin ditekan oleh pemerintahan imperialis Eropa sehingga beliau terpaksa mengungsi ke Istanbul. Namun, Raja Ottoman saat itu, yaitu Abdul Hamid, malah meracuni Sayid Jamaluddin sehingga gugur syahid.
Belanda Menyerah di Jawa
75 tahun yang lalu, tanggal 8 Maret 1942, setelah dua bulan berperang, akhirnya tentara Belanda yang telah menjajah Indonesia selama tiga abad, menyerah kalah kepada pasukan Jepang.
Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendeklarasikan perang terhadap pemerintah Belanda dengan menginvasi Borneo dan Pulau Celebes. Setelah itu, Jepang meneruskan invasinya ke pulau Jawa.
Pasukan Jepang mendarat di Jawa mulai tanggal 14 Februari. Pasukan Belanda yang didukung Inggris dan Australia tidak mampu menahan invasi Jepang ini dan akhirnya pada tanggal 8 Maret, Belanda menyerah kepada Jepang.
Mesir Buka Terusan Suez
60 tahun yang lalu, tanggal 8 Maret 1957, terusan Suez kembali dibuka untuk jalur perdagangan internasional setelah Israel menarik pasukan mereka dari Mesir.
Terusan itu kemudian diperbaiki penduduk Mesir dan PBB setelah mengalami kerusakan parah akibat invasi Prancis dan Inggris, selain Israel, setahun sebelumnya.
Invasi itu dilakukan setelah Mesir menasionalisasi Terusan Suez dan berniat mengenakan bayaran bagi kapal yang lewat. Inggris dan Prancis menarik pasukan mereka pada Desember, sedangkan Israel pada Maret.
Sepuluh tahun kemudian, Mesir kembali menutup Terusan Suez karena terjadi Perang Enam Hari dan invasi Israel atas Semenanjung Sinai.
Setelah delapan tahun peristiwa itu, Presiden Mesir Anwar el-Sadat membuka kembali Terusan Suez setelah dilakukan pembicaraan damai dengan Israel.
Pemilu Parlemen Iran Periode Ke-5
21 tahun yang lalu, tanggal 18 Isfand 1374 HS (8 Maret 1996), Iran menyelenggarakan pemilu legislatif periode ke-5.
Dalam periode ini, selain kelompok Jamiah Rouhaniat Mobarez Tehran dan kelompok-kelompok pengikut Khat Emam Khomeini, ada kelompok yang baru dibentuk, Kargazaran Sazandegi Iran ikut meramaikan pemilu legislatif kali ini.
Pada tanggal 12 Khordad 1375 HS (1 Juni 1996) parlemen periode ke-5 memulai sidang pertamanya. Pada waktu itu, yang menjadi pimpinan sidang adalah Hujjatul Islam Ali Akbar Nateq Nouri dan wakil-wakilnya adalah Hassan Rouhani, Mohammad Ali Movahhedi Kermani. Sementara Mohammad Bagheri Haqiqi menjadi juru bicara parlemen.