Jul 28, 2017 05:43 Asia/Jakarta

Kali ini kita mempunyai seorang tamu baru. Dia adalah Mariam, kakak perempuan Ramin. Mariam adalah seorang perawat dan berniat ke Tehran untuk bekerja.

Saat ini dia berada di dalam bus. Bus berangkat dari Shiraz pukul 7 pagi dan tiba di Tehran pukul 9 malam. Rencananya, Ramin akan pergi ke terminal bus untuk menjemput Mariam. Ramin sudah beberapa kali mencoba menelpon kakaknya dan memberitahunya supaya menunggu di ruang tunggu. Namun ia gagal menelponnya.

Nah saudara sebelum kita beralih ke sesi percakapan. Terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosa kata baru.

Allo

الو Halo

Halat chetur ast?

حالت چطور است؟ Bagaimana kabarmu?

Tu cheturi?

تو چطوری؟ Bagaimana kamu?

Daqiq

دقیق Tepat

Man nemidonam

من نمی دانم Saya tidak tahu

Yek sa’at-e digar

یک ساعت دبگر Satu jam lagi

Man miresam

من میرسم Saya sampai

Seda

صدا Suara

Sedayat

صدایت Suaramu

Man nemishenavam

من نمی شنوم Saya tidak mendengar

Man miguyam

من می گویم Saya bilang

Seda-e mara

صدای مان را Suaraku

Tu mishenavi

تو می شنوی Kamu mendengar

Man fahmidam

من فهمیدم Saya paham

Al’an

الان Sekarang

Terminal

ترمینال Terminal

Man mi-ayam

من نمی آیم Saya datang

Montazer bash

منتظر باش Tunggulah

Montazeram bash

منتظرم باش Tunggulah aku

Man montazer mimonam

من منتظر می مانم Saya akan tunggu

Amma

اما Tapi

Resturan

رستوران Restauran

Qat’ shod

قطع شد Terputus

Dubareh

دوباره Lagi, ulang

Telfon qat’ shod

تلفن قطع شد Telepon terputus

Khohar

خواهر Saudari

Khoharat

خواهرت Saudarimu

U mi-ayad

او می آید Ia datang

U miresad

او می رسد Ia sampai

Daneshju

دانشجو Mahasiswa

Parastar

پرستار Perawat

Baraye

برای Untuk

Kar

کار Pekerjaan

U mimanad

او می ماند Ia tinggal

Shesh

شش Enam

Shesh mah

شش ماه Enam bulan

Hatman

حتما Sungguh, pasti

Gushi

گوشی Telepon

Bardar

بردار Angkatlah

Khudesh

خودش Dirinya

Areh

آره Iya

Muhammad beberapa kali menelpon nomor hp kakaknya dan akhirnya berhasil juga. Mariam pun mengangkat teleponnya. Nah saudara mari kita simak percakapan telepon Muhammad dan kakaknya, Mariam.

Ramin

Halo, Salam, Mariam.

Mariam

Salam, Ramin. Bagaimana kabarmu?

Ramin

Aku baik. Kamu Bagaimana? Sekarang di mana?

Mariam

Aku tidak tahu di mana tepatnya sekarang. Tapi aku pikir sejam lagi aku akan sampai di Tehran.

Ramin

Halo Mariam…halo… aku tidak bisa mendengar suaramu dengan baik.

Mariam

Aku bilang sejam lagi aku akan sampai di Tehran. Ramin, kamu mendengar suaraku?

Ramin

Iya. Aku paham. Sejam lagi kamu akan sampai di Tehran. Kalau begitu, sekarang saya akan datang ke terminal. Tunggulah aku.

Mariam

Baiklah. Aku akan tunggu. Tapi di mana?

Ramin

Di restoran. ….Yah…putus.

Sahabat Radio Melayu yang budiman. Mari kita simak ulang percakapan Ramin dan Mariam. Namun kali ini tanpa terjemahannya.

[dialog]

Ramin saat ini juga tengah berbicara dengan Muhammad. Selengkapnya mari kita simak bersama percakapan mereka berdua.

Ramin

Yah…teleponnya putus lagi.

Muhammad

Saudara perempuan kamu akan sampai di Tehran?

Ramin

Iya, sejam lagi dia akan sampai di Tehran.

Muhammad

Saudara perempuan kamu mahasiswa?

Ramin

Bukan. Dia perawat. Dia datang ke Tehran untuk bekerja dan akan tinggal di Tehran selama enam bulan.

[suara telepon]

Muhammad

Pasti saudara perempuan kamu. Angkatlah teleponnnya.

Ramin

Iya. Pasti dia. Halo. Salam, Mariam.

Kita simak kembali percakapan Muhammad dan Ramin.

[dialog]

Iya. Mariam kembali menelpon Ramin. Ia dan Ramin sepakat untuk bertemu di restoran terminal. Ramin segera mengganti bajunya dan pergi ke terminal bus. Seperti biasanya, jalanana kota Tehran begitu padat. Sementara terminal bus yang terletak di selatan Tehran, begitu jauh dari tempat tinggal Ramin. Tapi moga saja Ramin bisa sampai di terminal tepat waktu.