Pesona Iran yang Mendunia (26)
Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengulas latar belakang Ghiyath al-Din Jamshid Mas'ud al-Kashi yang lahir tahun 790 Hijriah atau 1388 Masehi, di kota Kashan.
Sejak masih berada di Kashan, ia sudah menulis berbagai buku di bidang astronomi dan matematika. Kemudian, Ilmuwan muda Iran ini diundang ke istana Ulugh Beg yang berpusat di Samarkand, dan menjadi jajaran ilmuwan terkemuka era Timurian. Jamshid Kashani meninggal tanggal 19 Ramadhan tahun 832 Hijriah (1429 Masehi) dalam usia 42 tahun oleh orang tak dikenal atas instruksi Ulugh Beg di sekitar observatorium Samarkand.
Jamshid Kashani dikenal sebagai astronom muslim Iran terkemuka di zamannya. Di bidang astronomi, Jamshid Kashani melahirkan berbagai macam terobosan penting. Buku karyanya berjudul "Khaqani Zij" merupakan tabel trigonometri yang berisi fungsi sinus, tabel gerakan longitudinal matahari, bulan, dan planet. Di buku ini dijelaskan juga rincian tentang kalender lunar Hijriah, kalender solar Persia, dan kalender Yunani-Suriah (Seleukus), reformasi kalender al-Khayyami dari kalender Cina-Uigur, dan kalender yang digunakan di kekaisaran Holagu Khan yang dibuat oleh Nasir al-Din al-Tusi.
Ghiyath al-Din Jamshid Mas'ud al-Kashi menulis buku lain tentang astronomi berjudul "Syarh al-Alat Rasad". Buku ini membahas mengenai instrumen observasi astronomi yang ditulis tahun 1416. Dalam buku tersebut, Jamshid Kashani menggambarkan berbagai berbagai macam alat yang dipergunakan untuk observasi astronomi dan metode pembuatannya yang dijelaskan dalam buku berjudul.
Di buku lainnya berjudul "Nuzha al-Hadaiq", Jamshid Kashani menjelaskan dua instrumen astronomi yang ia ciptakan, yaitu plat konjungsi dan plat zona. Plat konjungsi adalah instrumen perhitungan analog yang digunakan untuk menentukan waktu dan hari kapan konjungsi planet akan terjadi. Sedangkan plat zona adalah instrumen yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah tentang planet seperti prediksi posisi yang benar antara matahari dan bulan dalam garis bujur, garis lintang matahari, bulan, dan planet-planet. Instrumen tersebut juga digunakan untuk mengukur ekliptika matahari.
Selain astronomi, Jamshid Kashani juga dikenal sebagai matematikawan Muslim Iran terkemuka di zamannya. Ilmuwan Kashan ini menulis berbagai buku di bidang matematika. Salah satunya yang terkenal berjudul "Miftah al-Hisab", yang selesai ditulis pada 1427 dan didedikasikan untuk Ulugh Beg. Dalam buku tersebut, ilmuwan Iran ini menemukan pecahan desimal, yang merupakan salah satu karya besarnya untuk memudahkan menghitung aritmatika. Buku ini memberikan pengaruh besar bagi para pemikir setelahnya. Bahkan selama ratusan tahun menjadi buku teks di berbagai universitas Eropa.
Pada tahun 1424, ia menyelesaikan buku berjudul "Risalah al-Muḥiṭiyya", sebuah karya untuk menentukan nilai konstanta π (Phi) dengan akurasi tertentu. Pada pembukaan buku ini, Jamshid mengamati bahwa perkiraan nilai hasil π (Phi) akan mereduksi tingkat kesalahan besar ketika menghitung keliling lingkaran besar seperti ukuran bumi dengan tingkat akurasi tinggi. Terobosan yang dilakukan Jamshid al-Kashi tiga abad sebelum Ludolph van Ceulen, dan empat abad sebelum Jurij Vega.
Dalam karya lain berjudul, "Risalah al-Watar wa al-Jaib" ( Petunjuk Tentang Chord dan sinus), ia menghitung nilai sin satu derajat (sin 1°) dengan sangat akurat di zamannya. Dari semua ilmuwan matematika di masa itu, hanya Jamshid Kashani yang bisa menghitung sin 1° dengan akurat, sampai sekitar seratus tahun selanjutnya muncul seorang ahli matematika abad ke-16, yaitu Taqi al-Din yang menyempurkan pemikirannya.
Presisi yang dikembangkan Jamshid Kashani sangat penting untuk akurasi Tabel Astronomi Ulugh Beg. Al-Kashi juga mengembangkan berbagai macam metode untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan kubik yang baru dipelajari di Eropa beberapa abad setelah penemuannya.
Jamshid Kashani menjadi orang yang pertama menemukan hukum Cosinus. Di Perancis, Hukum Cosinus dikenal sebagai "Theoreme d'Al-Kashi" (Teorema Al-Kashi). Clifford A. Pickover dalam bukunya The Math Book menyebutkan bahwa teorema Al-Kashi dipopulerkan di Eropa oleh Francois Viete.
Dalam buku "Miftah al-Hisab", Jamshid Kashani memberikan sejumlah alasan mengapa Hukum Cosinus bisa digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan segitiga. Pickover mengungkapkan bahwa teorema Al-Kashi digunakan untuk menghitung total luas permukaan struktur dekoratif dalam arsitektur Islam dan Persia.
Keahlian Jamshid Kashani di bidang matematika, menyebabkan ilmuwan Iran ini dipercaya menjadi orang yang menyiapkan gambar desain bangunan Observatorium Samarkand. Adapun pembuat peralatan astronomi adalah Ibrahim Safar atas instruksi Jamshid Kashani yang menulis buku khusus tentang pembuatan instrumen astronomi. Setelah bangunan observatorium berdiri, Jamshid juga menjadi orang yang bertangungjawab sebagai observator dan menyusun tabel astronomi.
Berbagai karya Jamshid Kashani yang sebagian masih bisa kita saksikan hingga saat ini, kebanyakan ditulis dalam bahasa Farsi dan Arab. Sebagian buku tersebut ditulis ketika dia masih berada di Kashan, dan sebagian lainnya ditulis di Samarkand. Salah satu buku yang ditulis di Kashan adalah buku tentang astronomi berjudul "Mukhtasar Dar' Ilm-i Hay'at" (ringkasan ilmu astronomi) yang ditulis dalam bahasa Farsi. Selain itu, buku lain berjudul "Zij-i Khaqani fi Takmil-i Zij-i Ilkhani" juga diselesaikan di kota Kashan.
Sejarah mencatat, Jamshid Kashani juga menulis buku lain tentang astronomi yaitu buku "Nata'ij al-Haqa'iq", "Miftah al-Asbab al-fi' Ilm Zij" (Kunci dalam Tabel Ilmu Astronomi Tabel) dan "Ta'rib al-zij" yang ditulis dalam bahasa Arab. Mengenai alat astronomi, Jamshid menulis sejumlah buku khusus berjudul "Syarh Alat Rasd" (penjelasan alat astronomi) dan "Risalah dar Sakht-e Asṭurlāb (Petunjuk tentang Pembuatan Astrolabe) yang ditulis dalam bahasa Farsi.
Di bidang matematika, karya Jamshid Kashani berjudul "Miftah al-Hisab",(kunci ilmu aritmetika) "Talkhas al-Miftah (ringkasan arimetika) dan "Risalah al-Watar wa-Jaib (Risalah tentang Chord dan sinus). Hingga kini, berbagai bukunya masih bisa diakses di sejumlah perpustakaan dan museum Iran dan negara lain. Misalnya manuskrip buku "Risaal-Muhaitiya" berada di kota Tehran dan Mashad, Iran, serta Istanbul, Turki.
Jamshid Kashani menulis sebuah buku khusus mengenai arah kiblat dalam karyanya berjudul "Risalah fi Ma'rifa Samt Al-Kiblat min Daira Hindiyya Ma'rufa" yang ditulis dalam bahasa Arab, dan hingga kini naskahnya masih bisa diakses di perpustakaan Mashad.