Okt 18, 2018 07:02 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Para peneliti di Universitas Teknologi Amir Kabir, Iran berhasil memproduksi material biologis yang digunakan untuk transplantasi tulang. Metode ini dapat menyusun dan memproduksi jaringan yang cedera pada pasien secara khusus.

Produksi material biologis ini memberi peluang kepada dokter dan pasien untuk menyusun dan memproduksi material-material yang dibutuhkan oleh para pasien guna memulihkan jaringan yang cedera atau patah, dengan ukuran yang tepat.

Dengan metode ini, jaringan pasien yang cedera atau patah difoto menggunakan CT Scan dan MRI, kemudian dicetak dengan bantuan printer tiga dimensi. Dalam memproduksi material-material ini digunakan metode rapid prototyping.    

Menurut keterangan kepala pelaksana proyek ini, tidak semua material biologis bisa digunakan untuk transplantasi tulang karena hanya material biokompatibel dan memiliki daya tahan dan porositas (rongga dan ruang kosong) cukup yang bisa digunakan, karena dapat disesuaikan dengan sel-sel alami badan.

Oleh karena itu, dalam metode ini digunakan material komposit sehingga dalam aksi dan reaksi yang dilakukan jaringan yang sudah ditransplantasi, tubuh pasien tidak menolak material ini.

Para peneliti dalam proyek ini berusaha agar produk yang dihasilkan, beberapa bulan ke depan dan setelah melalui uji laboratorium yang diperlukan, bisa dipasarkan secara luas.   

Seorang peneliti di Universitas Tarbiyat Modares, Iran melakukan proyek bersama dengan sebuah perusahaan internasional untuk meningkatkan kinerja krim-krim anti-sinar matahari dengan menggunakan teknologi nano.

Menurut seorang peneliti perempuan di proyek ini, karena krim-krim anti-sinar matahari mengandung bahan organik dan non-organik beracun serta berpotensi menimbulkan kanker, maka dalam proyek ini diupayakan agar kemampuan krim menyerap radiasi ultraviolet, dapat ditingkatkan dengan menambahkan Nanopartikel ke dalam krim.

MRI/CT Scan

Begitu juga, masuk dan pelepasan secara bertahap material anti-kanker, dapat meningkatkan kemampuan anti-oksidan krim-krim anti-sinar matahari ini. Radiasi sinar matahari memiliki berbagai jenis gelombang dengan panjang gelombang yang berbeda-beda termasuk sinar ultraviolet sampai gelombang inframerah.

Radiasi ultraviolet yang dihasilkan sinar matahari merupakan salah satu penyebab utama berbagai jenis penyakit kulit, yang sejumlah besar penderitanya terserang kanker kulit. Karena kebanyakan orang cnderung berdiri lama di bawah sinar matahari, maka urgensi melindungi kulit dari radiasi berbahaya menjadi hal yang sangat darurat.

Peningkatan kualitas produk-produk kosmetik dan kecantikan merupakan salah satu tujuan asli proyek ini, pasalnya krim anti-sinar matahari adalah produk komestik yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan peningkatan kualitasnya dapat menurunkan tingkat bahaya kanker secara signifikan.

Struktur Nano krim ini membantu proses pelepasan bertahap komposisi anti-kanker, dan di sisi lain setelah menggunakan krim tersebut, bercak putih akibat penggunaan krim itu tidak akan tersisa di atas kulit.

Di sisi lain, baru-baru ini, para ilmuwan dunia di bidang kedokteran, dengan menggunakan teknik baru, CRISPR (Clustered regularly interspaced short palindromic repeats) berhasil menulis ulang DNA tanaman bahkan sel-sel manusia di sebuah media kultivasi laboratorium.

DNA memuat seluruh informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan kemungkinan serangan sejumlah penyakit, dan seluruh karakteristik, spesifikasi, keterampilan dan kerentanan kita, tercatat di dalamnya.

Uji coba genetika dapat menunjukkan bahwa anda memiliki gen yang berpotensi terserang berbagai jenis penyakit tertentu. Dalam beberapa kasus, pengetahuan ini dapat membantu anda dalam proses pengambilan keputusan untuk mencegah penyakit tersebut.

Akan tetapi beberapa jenis penyakit seperti penyakit Huntington, Parkinson atau Alzheimer tidak dapat dicegah. Sebagaimana diketahui bahwa hampir seluruh sel yang ada dalam tubuh manusia memiliki Genom.

Alzheimer

Genom dalam genetika dan biologi molekular modern, adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme, atau khususnya keseluruhan asam nukleat yang memuat informasi tersebut. Genom adalah keseluruhan penuh DNA yang membedakan seorang manusia dengan manusia lainnya.   

Ketika sistem kekebalan tubuh mulai bekeja, bakteri-bakteri DNA akan memutus virus-virus penyerang. Saat ini, para ilmuwan menggunakan proses ini untuk memutus bagian-bagian DNA dalam sel-sel tanaman, hewan dan manusia sehingga dapat dilakukan proses "menulis ulang" bagian-bagian yang dapat menyebabkan penyakit atau masalah-masalah lainnya.

Setelah pemutusan DNA, sel-sel tubuh mendapat informasi bahwa DNA mereka mengalami cedera dan mulai memulihkannya. Setelah itu, para ilmuwan dapat menggunakan mekanisme ini untuk memulihkan DNA dan melakukan perubahan yang diinginkan pada Genom tersebut.

Baru-baru ini, para peneliti, dengan menggunakan metode ini, berhasil menyembuhkan sejenis kelainan langka pada liver seekor tikus, melalui proses "menulis ulang" gen yang telah dimutasi.

Sementara itu, perusahaan otomotif Toyota Jepang baru-baru ini juga berhasil menciptakan kaki robot yang dapat membantu penderita kelumpuhan untuk bisa berjalan kembali.

Sistem yang dinamai Welwalk WW-1000 itu adalah sebuah sistem yang dilengkapi motor pada kaki pasien dan dipasang dari lutut ke bawah. Para penderita lumpuh dapat menggunakan alat ini untuk menjalankan proses rehabilitasi khusus dan berlatih berjalan.

Sistem ini dirancang untuk orang-orang yang mengalami kelumpuhan akibat stroke atau penyakit lain. Sistem ini dipasang di kaki penderita dan orang tersebut kemudian berjalan di atas treadmill.

Welwalk WW-1000 dilengkapi dengan berbagai fungsi pendukung rehabilitasi berdasarkan teori pembelajaran motor, termasuk kemampuan untuk menyesuaikan tingkat kesulitan yang sesuai dengan pasien, dan untuk memberi umpan balik tentang karakteristik gaya berjalan pasien. Alat ini juga membantu pasien untuk menekuk atau meluruskan lututnya, dan sensor yang ada di alat tersebut membantu pasien mengontrol jalannya. []