Okt 21, 2018 10:23 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi di Iran
    perkembangan teknologi di Iran

Baru-baru ini seorang ilmuwan muda keturunan Iran berhasil menemukan sebuah obat baru untuk menyembuhkan penyakit berbahaya, infeksi tulang. Metode yang digunakannya terhitung baru dalam pengobatan infeksi tulang (Osteomielitis) akibat bakteri jenis staphylococcus aureus.

Asisten profesor Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas California Selatan itu menemukan kombinasi obat baru yang dikenal dengan Bisphosphonate-Ciprofloxacin yang merupakan kombinasi antibiotik dan digunakan untuk mengobati penderita penyakit Osteomielitis atau infeksi tulang yang disebabkan bakteri.  

Di dalam tubuh manusia terdapat 206 tulang yang merupakan jaringan tubuh paling kuat, namun tetap rentan terinfeksi oleh beberapa jenis bakteri. Terserang infeksi bakteri dapat mengakibatkan matinya sel-sel jaringan tulang, amputasi organ tubuh, bahkan bisa berujung dengan kematian. Dari setiap 10.000 orang, dua orang terserang penyakit Osteomielitis di dunia ini.

Metode yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi tulang akibat bakteri adalah penggunaan antibiotik, namun metode ini menimbulkan banyak efek samping bagi tubuh pasien.

Antibiotik ini mengganggu metabolisme tubuh manusia dan terkadang menimbulkan cedera yang serius pada hati dan ginjal, bahkan di banyak kasus bisa menyebabkan pasien keracunan. Sementara, antibiotik biasanya tidak terlalu berdampak pada bagian yang terkena infeksi dan sebagian besar terbuang dan keluar dari tubuh.

Namun komposisi antibiotik baru, langsung menyasar bagian tulang yang terinfeksi dan tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dalam waktu lama. Oleh karena itu, kemungkinan efek samping terhadap badan pasien menurun drastis.

obat untuk mencegah penolakan transplantasi ginjal

Sementara itu, para peneliti di Universitas Florida Selatan St. Petersburg, USFSP, Amerika Serikat, menciptakan "pusat pengendali kanker" di dalam tubuh dengan menggunakan alat modifikasi genom dan pelacak.

Alat yang dinamai CRISPR-Cas 9 ini adalah media baru untuk memotong, menambahkan atau mengubah DNA dan digunakan untuk melacak pusat pengendali kanker di tubuh. Para peneliti menggunakan alat ini untuk mengenali,  menggabungkan dan melakukan mutasi gen-gen dalam tubuh tikus.

Dengan menguji coba metode baru ini pada tikus, terbukti tumor kanker menjadi kecil dan peluang hidup binatang itu semakin besar. Cara kerja sistem CRISPR ini adalah, pada daerah yang menjadi sasaran, sejumlah gen khusus yang sudah digabungkan diangkat dan digantikan dengan yang lain.

Menurut keterangan para peneliti, secara umum metode ini terhitung baru dalam pengobatan kanker dan merupakan sebuah metode yang menyasar langsung pusat pengendali kanker. Oleh karena itu, penyakit akan hilang total dan tidak kambuh. Hasil penelitian ini membuka kesempatan baik dalam pengobatan kanker prostat, paru-paru dan rahim.

Di sisi lain, para mahasiswa Universitas Binghamton, New York, Amerika melakukan lompatan besar dan berhasil menciptakan pankreas buatan dengan bantuan sel punca manusia dan menggunakan printer tiga dimensi.

Pankreas adalah salah satu organ vital tubuh di sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama,  menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin, dan menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin.

Produksi pankreas buatan merupakan salah satu cita-cita para dokter sejak lama untuk membantu orang-orang yang terkena gangguan pada organ vital dengan berbagai sebab.

Keberhasilan di bidang ilmu pengetahuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penderita diabetes jenis 1, meski masih diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyempurnakan penemuan ini.

perangkat baru untuk merekam otak dan saraf

Para ilmuwan, dalam metode ini menggunakan sel punca autologous dan melakukan derivasi pada sel-sel pankreas, kemudian sel-sel ini secara tepat diletakkan dalam tubuh manusia.

Sel-sel punca ini harus diambil dari pasien yang akan dipasang pankreas buatan di dalam tubuhnya. Dalam metode ini tingkat penolakan tubuh atas pankreas buatan juga dapat dikurangi.

Pada akhirnya, setelah melalui proses yang rumit dan dengan bantuan printer tiga dimensi, lapisan-lapisan dua dimensi ini dapat diubah menjadi sebuah entitas tiga dimensi.

Para peneliti berharap dengan disempurnakannya alat ini hingga satu dekade ke depan, pankreas-pankreas buatan dapat diproduksi massal dengan metode ini untuk digunakan dalam operasi transplantasi organ tubuh.    

Di bagian dunia lain, mulai Juli 2017, Australia menjadi negara pertama di dunia yang akan menggunakan teknologi deteksi wajah sebagai pengganti paspor dan hingga tahun 2019 teknologi ini akan mulai dipakai di seluruh bandara Australia. Scan data pribadi setiap orang melalui "sistem tak kasat mata untuk para penumpang" dapat dilakukan lebih cepat.

Tujuan penggunaan sistem pencocokan pindai wajah ini oleh pemerintah Australia, dinilai dapat mempercepat dan mempermudah proses penerbangan internasional seperti penerbangan domestik. Akan tetapi sistem ini memerlukan alat dan langkah keamanan intelijen khusus. []