Okt 28, 2019 19:04 Asia/Jakarta
  • Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (113)

Direktorat Pengembangan Bioteknologi Kementerian Kesehatan Iran meluncurkan enam obat baru, termasuk obat kanker produksi para peneliti dalam negeri yang diresmikan pada malam ulang tahun kemenangan Revolusi Islam ke-40.

 

Para peneliti  Universitas Teknologi Amir Kabir telah berhasil merancang perangkat lunak untuk jalur jalan orang yang buta di stasiun kereta api. Menurut Mohammad Amin Sohrabi, pemenang Penghargaan Internasional untuk Penelitian dan Inovasi Kereta Api (UIC) ke-4, biasanya orang-orang buta memiliki kesulitan di tempat-tempat ramai, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanannya, sehingga dibutuhkan sistem untuk memandu mereka.

Operasional aplikasi ini seperti aplikasi navigasi mobil, bagian yang disebut "Augmented Reality" ditambahkan ke perangkat lunak, untuk menunjukkan rute yang diinginkan menggunakan kamera ponsel. Aplikasi ini digunakan di banyak tempat umum seperti rumah sakit dan kereta api.

Menurut perancangnya, jika ada 80 jalur di stasiun kereta api, maka program akan memandu menuju gerbong yang dituju, serta fitur lain seperti berbagai lokasi stasiun yang berbeda dari restoran hingga informasi dan peraturan yang ditentukan dalam aplikasi ini sehingga penggunanya dapat dengan mudah mencapai tujuan.

Aplikasi suara adalah salah satu fitur dari aplikasi yang memfasilitasi navigasi untuk orang buta sehingga dapat mencapai tujuan menggunakan perutean suara.

Menurut pembuat aplikasi ini, dengan memindai tiket untuk tunanetra atau membaca kode tiket, maka aplikasi mengidentifikasi dan memvalidasi kode, sehingga menyediakan rute bagi  orang buta di stasiun kereta.

Menurut peneliti di Amir Kabir University of Technology, aplikasi tersebut menggunakan GPS (Global Positioning system), tetapi karena GPS tidak dapat ditangani di lokasi tertutup, maka menggunakan sistem lain yang disebut LPS atau Local Positioning System. Untuk tujuan ini, beberapa perangkat keras dipasang di stasiun  demi meningkatkan kecepatan pemrosesan dan akurasinya hingga setengah meter tanpa kesalahan.

 

Aplikasi navigasi suara untuk orang buta

Para peneliti di pusat penelitian dan pengembangan teknologi membran Universitas Sains dan Teknologi Iran telah berhasil merancang dan membuat tas yang dapat mengubah air yang tidak dapat diminum menjadi air minum. 

Tas yang terbuat dari membran osmosis langsung ini bisa mengusir mikroorganisme, makromolekul, dan sebagian besar ion serta menghasilkan air bersih.

Tas ini dapat digunakan untuk memurnikan air apapun tanpa konsumsi energi, dan tanpa tekanan, serta hanya ada sedikit penyumbatan. Kantung diisi dengan larutan penyerap yang dapat dikonsumsi seperti nutrisi. 

Tujuan pembuatan kantong penyerap air adalah untuk menggunakannya pada saat-saat darurat dan kejadian darurat seperti gempa bumi, banjir, perang, dan lain-lain yang akan membantu mengurangi kelangkaan air di daerah yang terkena bencana.

 

kantong pengolah air hasil rancangan peneliti Universitas Sains dan Teknologi Tehran

Para peneliti Universitas Teknologi Amir Kabir dan prodi kedokteran tradisional fakultas kedokteran Universitas Tehran telah mengembangkan perangkat untuk mengkarakterisasi sifat mekanik dari jaringan adiposa subkutan yang mengidentifikasi sifat mekanik dari jaringan adiposa dengan akurasi tinggi. 

Menurut mahasiswa program doktor  Universitas Amir Kabir yang mengembangkan perangkat ini, identifikasi sifat mekanik dari jaringan lunak sangat penting untuk desain dan konstruksi organ prostetik dan prostesi. Selain itu, dalam pandangan kedokteran tradisional Iran, sifat mekanik dari jaringan adiposa subkutan di bagian tubuh tertentu saling berhubungan. Oleh karena itu, akumulasi cairan interstitial menjadi ukuran tingkat kesehatan atau gejala penyakit.

Menurut peneliti, praktisi medis tradisional saat ini menggunakan pemeriksaan genggam untuk mengevaluasi sifat mekanik jaringan, yang membutuhkan keahlian tertentu dan tidak cukup akurat. Penelitian ini adalah disertasi doktoral pertama di bidang teknik yang dirancang untuk menggunakan alat dan metode teknik dalam pengobatan tradisional Iran.

 

 

Hasil penelitian baru menunjukkan bahwa gen spesifik pada tumor kanker prostat dapat menunjukkan kapan kanker berisiko tinggi terhadap perkembangannya. Menurut temuan penelitian ini, identifikasi gen ini dapat membantu pasien kanker hidup lebih lama.

Para peneliti menemukan pada tikus bahwa gen NSD3 berperan dalam perkembangan kanker, dan dapat dikurangi secara signifikan dengan mematikannya dalam uji coba sel tumor tikus.

Tim peneliti fakultas kedokteran Universitas Rutgers, kita dapat menentukan waktu kemungkinan perkembangan kanker pada saat diagnosis kanker untuk memulai pengurangan risiko perkembangan penyakit dan fokus pada pengobatannya.(PH)