Macron Peringatkan Kebangkitan Daesh di Suriah
-
Presiden Perancis, Emmanuel Macron
Presiden Perancis, Emmanuel Macron dalam kontak telepon dengan pemimpin AS, Turki dan Irak memperingatkan eskalasi bahaya terorganisirnya kembali Daesh (ISIS) pasca operasi militer Turki di utara Suriah.
Menurut laporan AFP, Emmanuel Macron Selasa (15/10/2019) dini hari dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan membahas kekhawatiran Paris dan negara Eropa lainnya atas larinya tahanan Daesh di penjara milisi Kurdi akibat serangan militer Turki ke utara Suriah.
Sementara itu, dalam kontak telepon dengan Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa keputusan dirinya untuk menarik pasukan Amerika dari utara Suriah dan operasi militer Turki di kawasan ini telah meningkatkan ancaman munculnya kembali kelompok teroris Daesh.
Macron kepada Trump mengatakan bahwa Washington dan anggota koalisi anti Daesh lainnya harus mencegah kemunculan kembali Daesh pasca penarikan pasukan AS dari utara Suriah.
Dalam kontak telepon dengan Presiden Irak Barham Salih, Macron juga menuntut peningkatan kerja sama bilateral di isu perang melawan kelompok teroris Daesh.
Dialog telepon Macron dengan Salih fokus pada ancaman bahaya kemanusiaan dan keamanan di kondisi utara Suriah saat ini pasca operasi militer Turki dan langkah-langkah yang harus diambil dalam masalah ini.
Operasi militer Turki di utara Suriah dimulai sejak Rabu (09/10/2019) dengan dalih membersihkan kawasan perbatasan Turki-Suriah dari keberadaan milisi bersenjata Kurdi yang dianggap teroris oleh Ankara.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelum menginstruksikan serangan ke utara Suriah, terlebih dahulu berbicara dengan Donald Trump. Bersamaan dengan itu, Trump kemudian menginstruksikan penarikan pasukan Amerika dari utara Suriah.
Operasi militer Turki di utara Suriah menuai kecaman luas di tingkat internasional. (MF)